Puluhan warga Papua ditangkap saat aksi damai di Papua dan Jakarta

19/08/2016

Puluhan warga Papua ditangkap saat aksi damai di Papua dan Jakarta thumbnail

 

Sebanyak 28 orang ditangkap ketika polisi membubarkan lebih dari 1.000 warga Papua yang berunjuk rasa di Jayapura, Provinsi Papua, dan di Jakarta awal pekan ini memprotes perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus.

Enam orang ditahan di Jayapura, ibukota Provinsi Papua, sementara 22 lain ditangkap di Jakarta selama aksi unjuk rasa pada 15 Agustus, kata para aktivis dan polisi.

Para aktivis pro-kemerdekaan Papua menentang pemerintahan yang disampaikan dalam aksi tersebut.

“Hari Kemerdekaan Indonesia adalah perayaan hanya untuk wilayah Indonesia,” kata Bazooka Logo, juru bicara Komite Nasional Papua Barat, dalam reli di Jayapura sesaat sebelum polisi membubarkan mereka.

Logo dan warga Papua lain yang mendukung kemerdekaan mengatakan bahwa klaim Indonesia atas Papua didasarkan pada referendumtahun 1969 sebagai cacat di mana hanya sejumlah kecil warga lokal diizinkan untuk berpartisipasi.

Meskipun ia mengakui bahwa para demonstran tidak memiliki izin untuk menggelar protes tersebut, Logo mengecam cara polisi membubarkan para pengunjuk rasa.

“Dua orang terkena peluru karet saat polisi melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan kami, dan seseorang terkena popor senjata,” katanya kepada ucanews.com.

Juru bicara Polda Papua Patrige Renwarin membantah bahwa warga ditembak. “Informasi tentang penembakan ini tidak benar,” kata katanya.

Dia mengakui bahwa enam pengunjuk rasa ditangkap.

“Mereka akan (segera) dipulangkan,” katanya, seraya menambahkan bahwa sekitar 500 polisi dikerahkan untuk mengawal reli itu.

Selain itu,  22 warga Papua ditangkap selama reli di Jakarta, menurut seorang pengacara di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.

“Wajah Indonesia di Papua telah tercemar,” kata Jefry Wenda, koordinator kelompok mahasiswa Papua.

Pastor John Djonga dari Keuskupan Jayapura mengatakan Papua memiliki hak hukum untuk mengungkapkan pendapat mereka.

“Mereka hanya menyampaikan pendapat mereka dan tidak melanggar hukum,” katanya kepada ucanews.com.

Hukum yang ada memungkinkan setiap warga negara untuk mengekspresikan pendapat mereka secara terbuka, katanya.

Pastor Djonga, yang telah lama berjuang untuk hak-hak rakyat Papua, mendesak Presiden Joko Widodo untuk memberitahu polisi menangani para pengunjuk rasa dengan lebih manusiawi.

“Jika tidak, kekerasan akan terus terjadi. Dan itu menyakitkan rakyat Papua,” katanya.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pro dan kontra seputar rencana pembangunan patung Yesus di Papua
  2. Vatikan desak pemerintah global melibatkan masyarakat adat dalam pembangunan
  3. Otoritas Cina menggerebek Misa komunitas bawah tanah
  4. Gereja Indonesia dan aktivis mencari cara melindungi anak dari pornografi
  5. Misionaris Filipina menjadi pemimpin Konferensi Yesuit Asia Pasifik
  6. Pemimpin Partai Kristen Pakistan tidak diijinkan berobat dalam tahanan
  7. Kardinal Bo minta tokoh agama Myanmar aktif berdialog
  8. Survei: Umat Katolik di Hong Kong tidak paham tugas diakon
  9. Kehadiran umat di gereja Filipina cendrung menurun
  10. Orang Kristen menjadi kelompok teraniaya paling banyak di dunia
  1. Kira kira Yesus akan bilang apa?...
    Said Jenny Marisa on 2017-04-28 20:01:14
  2. Riset Wahid Foundation dan Kemenag Mei 2016 dan riset terpisah oleh Forum Keruku...
    Said fred on 2017-04-27 09:10:22
  3. Setuju Grace. Patut disayangkan dana sebesar itu "hanya" untuk membangun sesuatu...
    Said fred on 2017-04-27 08:34:15
  4. Admin, nggak salah tu orang kristen paling teraniaya. orang islam kali yg paling...
    Said Yesi on 2017-04-27 08:15:21
  5. Secara pribadi....sebaiknya bagi calon pemimpin jangan didukung oleh ormas agama...
    Said Ansel on 2017-04-26 14:41:04
  6. Terlalu bombastis dananya, lebih baik untuk kesejahteraan rakyat. Bisa jadi mala...
    Said Setyo on 2017-04-26 11:54:30
  7. Menurut saya, idenya sih boleh boleh saja tapi agak berlebihan. Duit sebanyak i...
    Said Grace on 2017-04-25 15:08:34
  8. Wajar saja kalau timbul kekhawatiran di kalangan minoritas karena kelompok radik...
    Said Aan Monterado on 2017-04-21 12:14:35
  9. Salut tuk kerja keras tim, tapi kritik utk peran pastor/suster, tetep aja yg kat...
    Said andreas jacob on 2017-04-17 14:16:16
  10. Menurut saya jika kita melihat dengan kondisi bangsa saat ini lebih bagus waktu ...
    Said Nick on 2017-04-15 10:04:04
UCAN India Books Online