Konferensi internasional kerukunan antarumat beragama dibuka di Ambon

25/08/2016

Konferensi internasional kerukunan antarumat beragama dibuka di Ambon thumbnail

Gubernur Maluku Said Assagaff menyampaikan sambutannya dalam acara Konferensi Internasional kerukunan umat beragama di Gedung Islamic Centre Ambon, 24 Agustus. (Foto: Kompas)

 

Gubernur Maluku Said Assagaff membuka konferensi internasional kerukunan antarumat beragama di Gedung Islamic Centre, Kota Ambon, Rabu (24/8/2016).

Kegiatan yang digelar untuk membahas berbagai masalah terkait hubungan antarumat beragama ini diikuti 100 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk puluhan peserta dari Belanda.

Dalam sambutannya, Said merasa bangga karena Kota Ambon dipilih sebagai kota penyelenggaraan konferensi tersebut.

Menurut Said, meski Ambon pernah dilanda konflik berbau SARA, namun kini Ambon telah berubah menjadi kota yang sangat toleran dan menghargai perbedaan.

“Kita punya masa lalu yang begitu pahit, dimana saat itu hampir saja tidak ada lagi harapan hidup bagi kita, namun saat ini semuanya telah berlalu dan kita mampu keluar dari konflik berkepanjangan itu,” ungkapnya, seperti dilansir Kompas.com.

Dia mengatakan, Maluku juga terus berupaya untuk menjadi laboratorium kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Kegiatan Konferensi Internasional ini sendiri diselenggarakan berkat kerja sama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) dan Konsorsium Nederland-Indonesia For Muslim-Christian.

Koordinator Konsorsium Nederland-Indonesia For Muslim-Christian, Corrie Van Der Ven usai pembukaan kegiatan tersebut menjelaskan, kegiatan itu bertujuan untuk saling berbagi pengalaman mengenai pengelolaan konflik dan saling menjaga keberagaman antarumat beragama.

“Kita juga ingin belajar dari Maluku bagaimana cara hidup orang Maluku yang toleran dan bagaimana masyarakat di sini memupuk perbedaan,” sebutnya.

Dia menjelaskan, Kota Ambon menjadi pilihan diselenggarakannya konferensi tersebut karena kota ini memiliki banyak cerita tentang bagaimana masyarakatnya dapat keluar dari kemelut konflik kemanusiaan yang pernah terjadi.

“Ambon pernah diterpa konflik kemanusiaan panjang dan semua itu bisa selesai dengan baik, ini sesuatu yang luar biasa,” katanya.

Senada juga diungkapkan koordinator panitia kegiatan, Zainal Abidin Bagir. Ia mengatakan bahwa Kota Ambon dipilih sebagai tempat penyelenggaraan konferensi tersebut karena kotan ini memiliki pengalaman yang begitu luar biasa dalam menyelesaikan konflik sosial.

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Komunitas awam Katolik Indonesia bantu warga Muslim merayakan Idul Fitri
  2. Keuskupan Agung Semarang mengucapkan Selamat Idul Fitri
  3. Kampanye mendukung blogger Katolik di Vietnam diluncurkan
  4. Paus memberkati fundasi bangunan sebuah tarekat di Korea
  5. Vatikan diam saat Dubes Jerman mendukung uskup China
  6. Renungan Hari Minggu XII Tahun A -25 Juni 2017
  7. Gereja Katolik mendukung pemisahan wilayah bagi etnis Gorkha di India
  8. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  9. Menciptakan peradaban kasih di Keuskupan Agung Semarang
  10. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online