Banyak warga menderita ISPA akibat asap di Kalimantan Barat

30/08/2016

Banyak warga menderita ISPA akibat asap di Kalimantan Barat thumbnail

 

Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan telah menyelimuti Kalimantan Barat, selama beberapa bulan menyebabkan warga setempat takut akan masalah infeksi saluran pernapasan (ISPA) mereka, terutama anak-anak mereka.

Pemerintah setempat telah mengumumkan keadaan darurat asap.

Kabut asap yang disebabkan oleh teknik pertanian tebang dan bakar yang digunakan oleh perkebunan kelapa sawit, pulp, dan kertas. Pembakaran liar juga telah memberikan kontribusi terhadap asap tebal tersebut.

Yuliana Sri Marti, 35, dari Paroki St. Hieronimus, Pontianak, mengatakan keluarganya memakai masker setiap kali mereka meninggalkan rumah.

“Bau kabut seperti bau daun kering atau kayu terbakar, sangat menusuk terutama di pagi dan malam hari,” katanya.

“Putri saya delapan tahun menderita masalah pernapasan akut pekan lalu. Tapi, dia sudah sembuh sekarang,” katanya.

“Ini baru awal,” lanjut Marti. “Kabut asap menutup kota ini selama sekitar tiga bulan tahun lalu dan sekarang saya khawatir dengan bayi saya yang belum lahir.”

Tahun lalu, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 556.945 orang di Kalimantan dan Sumatera menderita ISPA. Dari jumlah ini, 46.672 orang tinggal di Kalimantan Barat.

Sidiq Handanu, kepala Dinas Kesehatan Pontianak, mengakui bahwa kualitas udara telah memburuk sejak kabut asap mulai menyelimuti provinsi itu.

“Obat-obatan dan masker telah disiapkan di setiap unit kesehatan masyarakat,” katanya. “Para pekerja medis telah diminta untuk tetap siaga.”

Namun, ia menolak untuk menyebutkan jumlah pasti orang-orang lokal saat ini menderita infeksi saluran pernapasan (Ispa).

“Badan saya bekerja dengan instansi terkait untuk melakukan evaluasi mingguan,” katanya. “Tapi, saya harus mengatakan bahwa jumlah pasien dengan ISPA akut belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.”

Titik api

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mendeteksi puluhan titik api awal bulan ini. Jumlah tersebut telah meningkat secara dramatis dengan lebih dari 100 titik api selama minggu kedua hingga sekitar 600 titik api hingga minggu ketiga.

Gubernur provinsi itu mengumumkan keadaan darurat pada Juni hingga 1 September. Namun, pemerintah provinsi itu telah melaporkan bahwa status ini akan diperpanjang hingga November.

Status darurat akan memuluskan upaya memobilisasi sumber daya, termasuk penggelaran helikopter dan pesawat ntuk pemboman air serta pesawat untuk hujan buatan, menurut kepala pusat informasi dan hubungan masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Selain Kalimantan Barat, lima provinsi lainnya menderita akibat kebakaran hutan musim kemarau. “Agustus dan September (mewakili) … puncak dari musim kemarau,” kata Nugroho.

Di Provinsi Riau, tiga helikopter dan dua pesawat dikerahkan untuk misi pengeboman air dengan sekitar 21.700.000 liter di 2.937 hektar hutan dan perkebunan sejak April. Aparat penegak hukum telah menangani setidaknya 64 kasus kebakaran ilegal.

“Kami sedang mempersiapkan untuk mengirim satu helikopter untuk pemboman air dan satu pesawat untuk mendorong hujan buatan untuk Kalimantan Barat,” kata Nugroho.

A villager tries to extinguish a peatland fire on the outskirts of Palangkaraya city, Central Kalimantan on October 26, 2015. For nearly two months, thousands of fires caused by slash-and-burn farming in Indonesia have choked vast expanses of Southeast Asia, forcing schools to close and scores of flights and some international events to be cancelled. AFP PHOTO / Bay ISMOYO / AFP PHOTO / BAY ISMOYO

Seorang warga mencoba memadamkan api di lahan gambut di pinggiran Palangkaraya, Kalimantan Tengah pada 26 Oktober 2015. 

 

Ketidakpedulian

Sementara itu Bruder Kris Tamparaja MTB, ketua Karitas Keuskupan Agung Pontianak, mengatakan pemerintah lokal dan warga perlu berpikir tentang bagaimana melindungi lingkungan untuk menghindari krisis seperti itu.

“Menghancurkan alam benar-benar bertentangan dengan iman Kristen,” katanya. “Bahkan, ensiklik Paus Fransiskus, Laudato si’, mendorong kita melindungi Bumi sebagai rumah kita bersama.”

Dia juga menyarankan agar pemerintah daerah harus memberikan perhatian serius terhadap perlindungan lingkungan dengan tidak mengeluarkan izin untuk perkebunan dan kegiatan pertambangan.

Karitas keuskupan agung itu berencana berkoordinasi dengan Karitas Indonesia serta pemerintah daerah untuk melakukan tindakan nyata guna mengatasi masalah asap, termasuk memberikan bantuan darurat kepada penduduk setempat.

“Kabut asap melenda negeri ini karena setengah dari kawasan hutan kami telah dialokasikan sebagai perkebunan kelapa sawit dan pertambangan,” kata Bruder Tamparaja.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  2. Menciptakan peradaban cinta di Keuskupan Agung Semarang
  3. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  4. Umat ​​Katolik Laos siap mengikuti AYD di Yogyakarta
  5. Tidak ada perdamaian di Kashmir, bahkan selama Ramadan
  6. Kardinal Quevedo mengaitkan konflik dengan kemiskinan
  7. HRW tuduh polisi Filipina memalsukan data ‘pembunuhan perang narkoba’
  8. Gereja dan LSM di NTT membantu orang dengan HIV
  9. Uskup Macau bertemu dengan uskup China yang tidak diakui Vatikan
  10. Biarawati China mogok makan menuntut kompensasi setelah tarekat dibubarkan
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online