Jumlah orang hilang meningkat di Asia

31/08/2016

Jumlah orang hilang meningkat di Asia thumbnail

Para aktivis HAM di Filipina menyerukan pemerintah untuk menemukan orang hilang di negara itu saat menandai Hari Anti-Penghilangan Paksa Internasional, 30 Agustus.

 

Kasus penghilangan paksa di seluruh wilayah Asia telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, lapor sebuah organisasi HAM Asia.

“Situasi HAM di berbagai negara Asia sangat memburuk,” kata Aileen Bacalso dari Asian Federation Against Involuntary Disappearances (AFAD).

Ketika dunia menandai Hari Anti-Penghilangan Paksa Internasional pada 30 Agustus, AFAD kembali menuntut pelaksanaan konvensi PBB menentang penghilangan paksa.

“Kami masih memiliki jalan panjang untuk pergi di negara-negara guna meyakinkan mereka untuk menandatangani konvensi tersebut,” kata Bacalso kepada ucanews.com.

Meskipun Filipina memiliki hukum domestik menentang penghilangan paksa dan menghukum pelaku penghilangan paksa, pihaknya belum menandatangani dan meratifikasi konvensi internasional tersebut.

Sekitar 2.300 orang masih hilang di Filipina sejak darurat militer dideklarasikan tahun 1970-an.

Dalam lima tahun terakhir, 26 orang dilaporkan hilang.

Bacalso memperingatkan bahwa protes meningkat di Filipina menentang pembunuhan terkait narkoba “bisa memicu (banyak) penghilangan paksa”.

Setidaknya 1.800 diduga pengguna dan bandar narkoba telah tewas sejak terpilihnya Presiden Rodrigo Duterte sebagai presiden pada Mei.

Situasi di negara-negara Asia

Negara-negara di Asia lainnya juga tidak luput dari kasus penghilangan paksa.

Di Banglades, 52 kasus penghilangan paksa yang dilaporkan antara Januari dan Juli 2016.

Para aktivis HAM telah menuduh Angkatan Darat India melakukan pehilangan paksa terhadap 8.000 orang.

Pembunuhan di luar hukum dari 1.080 orang dan penghilangan paksa 172 orang telah dilaporkan oleh International Peoples’ Tribunal on Human Rights and Justice di Kashmir and the Association of Parents of Disappeared Persons, kata AFAD.

Di Pakistan, 75 kasus penghilangan telah didokumentasikan sejak Januari, banyak dari di Provinsi Punjab, dengan 66 orang masih hilang.

Di Indonesia, Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi telah dibentuk, namun AFAD mencatat bahwa pemerintah Indonesia telah gagal  menyelesaikan kasus pelanggaran HAM masa lalu.

Di Nepal, nasib orang hilang tetap tidak diketahui karena negara itu berjuang untuk mendirikan badan HAM agar bisa dipercaya organisasi internasional.

Di Korea Selatan, setidaknya 516 warga Korea Selatan yang belum dikembalikan karena mereka diculik oleh Korea Utara selama dan setelah Perang Korea.

Di Laos, hilangnya Sombath Somphone dan kasus penghilangan paksa lain tetap belum terpecahkan meskipun protes internasional.

Dalam 35 tahun terakhir, PBB telah mendapat kiriman 54.557 kasus penghilangan dari 105 negara.

“Penghilangan paksa merupakan pelanggaran dari beberapa hak asasi manusia, termasuk larangan penyiksaan dan perlakuan buruk baik dalam kaitannya dengan korban dan anggota keluarga mereka,” kata Bacalso.

Angka terbaru dari Kelompok Kerja PBB tentang Penghilangan Paksa menunjukkan bahwa 43.563 kasus berada di bawah pertimbangan aktif dalam total 88 negara.

“Sayangnya, orang terus hilang hari ini di setiap negara,” kata Khurram Parvez, ketua AFAD.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  2. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  3. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  4. Gereja dibakar, darurat militer diumumkan di Mindanao
  5. Calon imam SVD mengajar di Pondok Pesantren
  6. Uskup Filipina menyamar jadi petani untuk melihat kegiatan paroki
  7. Umat Katolik Pakistan marah atas pembatasan media sosial
  8. Banyak tantangan menanti Presiden Timor-Leste yang baru
  9. Paus ingatkan bahaya kata-kata kotor dan saling menjelekkan
  10. Penyandang disabilitas meminta Jokowi membentuk komisi khusus
  1. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  2. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  3. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  4. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  5. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  6. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  7. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
  8. Ingat kita di Indonesia. Semua mayoritas dan minoritas. Ketika ada pihak mengkla...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:43:38
  9. Pro Ecclecia et patria! Demi bangsa kita juga harus tegas menghadapi kekuatan ra...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:35:34
  10. Mohon diperjuangkan agar bimas katolik dapat mengangkat kembali guru agama Katol...
    Said Rudi M on 2017-05-13 22:00:07
UCAN India Books Online