UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

45 persen orang beragama di Indonesia tidak paham toleransi

September 8, 2016

45 persen orang beragama di Indonesia tidak paham toleransi

Ilustrasi

 

Wakil Ketua MPR RI Mahyudin ST. MM melakukan sosialisasi 4 Pilar MPR di hadapan mahasiswa-mahasiswi Universitas Lampung, Rabu (7/9/2016). Pada kesempatan tersebut Mahyudinmenyampaikan kekhawatirannya akan sejumlah tantangan bangsa berupa intoleransi dan disintegrasi.

“Sebelum ke sini saya membaca survei bahwa 45 persen orang beragama di Indonesia tidak memahami toleransi. 7,7 persen tertarik ikut kegiatan radikal. Ini berdasarkan survei majalah Tempo. Saya harap angka sebenarnya tidak sebesar itu, tapi ini cukup menjadi perhatian,” ujar Mahyudin, seperti dilansir Kompas.com.

Selain itu, menurutnya, Indonesia saat ini juga dihadapkan pada sejumlah tantangan integrasi bangsa. Beberapa di antaranya seperti pemahaman agama yang sempit sehingga muncul radikalisme dan terorisme. Ia mencontohkan peristiwa teror di Gereja Stasi Santo Yosep Sumatra Utara.

Mahyudin mengatakan, pemahaman akan sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa seakan tidak lagi ada. Perbedaan keyakinan menjadi pemicu konflik. Kemudian, saat ini mulai timbul juga rasa kedaerahan yang terlalu tinggi sehingga mengarah pada rasisme.

“Ironisnya rasa kedaerahan berlebih tersebut malah ada yang disuarakan di hadapan publik oleh calon-calon pemimpin daerah dalam kampanye,” ujarnya lagi.

Tantangan dari dunia secara global juga tak kalah mengerikan menurutnya. Dampak globalisasi yang tak terbendung dan tidak berimbang dengan kuatnya rasa kebangsaan akan berdampak buruk.

“Benar juga kata Bung Karno ‘peperangan saya lebih mudah daripada peperanganmu’ karena kita melawan sesuatu yang tidak terlihat secara jelas sebagai penjajahan tapi secara tidak disadari melunturkan nasionalisme,” kata politikus partai Golkar tersebut.

Mahyudin berharap seluruh anggota MPR dapat menjadi penggerak sosialisasi pemahaman 4 Pilar MPR RI. Tujuannya untuk mempertebal rasa kebangsaan. Selain itu kontribusi semua elemen masyarakat, termasuk akademisi dan mahasiswa yang merupakan kaum intelektual juga perlu sebagai perpanjangan tangan dari MPR.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi