Uskup agung kritik rumah sakit menyusul seorang pria memikul jenazah istrinya

09/09/2016

Uskup agung kritik rumah sakit menyusul seorang pria memikul jenazah istrinya thumbnail

 

Uskup Agung Delhi, Mgr Anil Couto telah menyatakan terkejut atas “sikap apatis” pemerintah lokal terhadap orang-orang meninggal dari latar belakang miskin, terutama masyarakat suku dan orang Dalit, setelah seorang pria memikul jenazah istrinya dengan berjalan sejauh 10 kilometer.

“Di satu sisi, kita digembar-gemborkan bahwa India adalah kekuatan ekonomi terbesar ketiga di dunia, sementara di sisi lain, orang bersikap apatis dengan kejadian sehari-hari dan kurangnya fasilitas dasar dan perawatan kesehatan bagi masyarakat miskin, ini bertentangan dengan klaim pemerintah tersebut,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Uskup agung itu merujuk pada sebuah kejadian pada Agustus di mana seorang pria suku terpaksa memikul jenazah istrinya sejauh 10 kilometer dari rumah sakit menuju rumahnya di distrik Kalahandi, Negara Bagian Odisha setelah pihak berwenang rumah sakit menolak menyediakan ambulans.

Kasus lain juga terjadi pada Agustus, jenazah wanita yang meninggal dipotong dua bagian oleh otoritas rumah sakit di kabupaten Balasore di Odisha agar bisa dimasuk ke dalam kantong plastik sehingga bisa lebih mudah dibawa ke rumahnya karena tidak ada ambulans yang tersedia.

Di distrik Meerut, Uttar Pradesh, seorang wanita ditolak menggunakan ambulans pada 5 September dan harus menghabiskan sepanjang malam di luar rumah sakit bersama jenazah putrinya. Sopir ambulans menolak dan mengusir mereka karena rumah mereka berada di distrik lain.

“Insiden ini mengingatkan kita bahwa kita sebagai negara demokratis, namun kekurangan fasilitas dasar dan fasilitas untuk menyedikan pemakaman yang bermartabat ┬ábagi orang yang meninggal, terutama bagi masyarakat miskin dan rentan,” kata Uskup Agung Couto.

Fasilitas umum seperti kamar jenazah dan ambulans sering ditolak bagi orang-orang yang hidup dalam kemiskinan karena takut bahwa mereka akan menodai fasilitas tersebut. Ketika hukum melarang diskriminasi berdasarkan kasta, otoritas memberikan berbagai alasan menolak fasilitas ini untuk orang Dalit  dan kelompok terpinggirkan lainnya.

“Uskup agung itu berbicara kepada orang-orang dari semua agama dan menunjukkan masalah sosial yang sulit,” kata Pastor Savarimuthu Sankar, jubir Keuskupan Agung Delhi.

Uskup Agung Couto, dalam keterangannya, mengimbau kepada Perdana Menteri India Narendra Modi dan pemerintah untuk fokus pada penyediaan fasilitas dasar di pusat-pusat pelayanan kesehatan di pedesaan dan infrastruktur yang memadai.

“Pemerintah harus cepat menanggapi seruan bahaya melalui mekanisme terpusat yang melampaui hambatan bangsa dan bahasa,” katanya.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online