Karitas menyalurkan bantuan darurat kepada keluarga di Timor Leste

15/09/2016

Karitas menyalurkan bantuan darurat kepada keluarga di Timor Leste thumbnail

 

Karitas Dili di Timor Leste telah mulai menyalurkan bantuan darurat kepada hampir 100 keluarga yang dilanda kekeringan yang mengakibatkan kekurangan pangan akut di sebuah pulau terpencil di negara itu.

Kekeringan, yang disebabkan oleh fenomena El Nino, telah mempengaruhi 92 keluarga atau  sekitar 460 orang  yang tinggal di Pulau Atauro, 25 kilometer sebelah utara Dili.

“Mereka hanya bertahan dengan makan singkong dan daun-daun,” kata Direktur Karitas Dili Pastor Adrian Ola Duli, kepada ucanews.com pada 13 September.

Tiga ton beras, mie instan,  susu, dan minyak goreng telah disalurkan kepada keluarga-keluarga berdampak tersebut awal bulan ini.

Sebuah kelompok ekumenis yang disebut Oekumene, yang mencakup ratusan umat Kristiani dari Indonesia, termasuk yang menyumbangkan bantuan tersebut, katanya.

Kelompok, yang berbasis di Dili, didirikan tahun 2006 dan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial tersebut, termasuk membantu keluarga-keluarga miskin.

“Oekumene mengambil tindakan nyata untuk membantu mereka yang membutuhkan,” kata Pastor Duli, seraya menambahkan bahwa pasokan bantuan juga dikumpulkan dari individu dan organisasi lokal.

Pastor Duli mengatakan Karitas Dili serta pemerintah daerah dan pengusaha mencari cara untuk memberikan keluarga dengan sumber pendapatan alternatif sehingga mereka tidak hanya mengandalkan tanah untuk bertahan hidup.

Baik komunitas bisnis maupun pemerintah daerah sangat berperan penting dalam bantuan ini karena “Karitas tidak bisa berbuat banyak karena kami tidak punya cukup uang,” katanya.

Pastor Hermenigildo de Almeida dari Paroki Maria Fatima di Atauro mengatakan situasi keluarga di pulau itu mengalami krisis makanan akut.

“Mereka kemungkinan akan menghadapi kekurangan pangan dalam jangka waktu panjang jika hujan tidak segera turun.”

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  2. Menciptakan peradaban cinta di Keuskupan Agung Semarang
  3. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  4. Umat ​​Katolik Laos siap mengikuti AYD di Yogyakarta
  5. Tidak ada perdamaian di Kashmir, bahkan selama Ramadan
  6. Kardinal Quevedo mengaitkan konflik dengan kemiskinan
  7. HRW tuduh polisi Filipina memalsukan data ‘pembunuhan perang narkoba’
  8. Gereja dan LSM di NTT membantu orang dengan HIV
  9. Uskup Macau bertemu dengan uskup China yang tidak diakui Vatikan
  10. Biarawati China mogok makan menuntut kompensasi setelah tarekat dibubarkan
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online