Pemerintah Filipina bantah memberikan lampu hijau untuk eksekusi Mary Jane

15/09/2016

Pemerintah Filipina bantah memberikan lampu hijau untuk eksekusi Mary Jane thumbnail

 

Pemerintah Filipina mengatakan pihaknya tidak memberikan lampu hijau untuk mengekskusi Mary Jane Veloso, seorang narapidana narkoba asal Filipina yang dijatuhi hukuman mati di Indonesia.

Para pejabat Filipina membantah laporan media yang mengatakan Presiden Rodrigo Duterte telah memberikan lampu hijau kepada pemerintah Indonesia untuk mengeksekusi Mary Jane selama pertemuan dengan Presiden Joko (Jokowi) Widodo pekan lalu.

Presiden Jokowi membahas nasib Mary Jane, 32, dengan Presiden Duterte pada 9 September ketika mereka bertemu di Istana Presiden, Jakarta, demikian lapor Antara.

Presiden Duterte berada di Indonesia pada 8-9 September menyusul pertemuan puncak ASEAN di Laos. Dia dijadwalkan bertemu Mary Jane, tapi kunjungan itu dibatalkan, kata seorang pejabat di kedutaan besar Filipina di Jakarta.

“Saya menjelaskan (kepada dia) tentang keadaan Mary Jane, dan saya mengatakan kepada dia  bahwa Mary Jane membawa 2,6 kilogram heroin … Saat itu, Presiden Duterte memberi lampu hijau untuk melakukan eksekusi,” kata Presiden Jokowi seperti dikutip Antara.

Jaksa Agung Muhammad Prasetyo masih mengikuti proses hukum, kata Presiden Jokowi.

Namun, juru bicara Presiden Duterte, Ernesto Abella, kemudian mengatakan presiden hanya mengatakan kepada Presiden Jokowi untuk “mengikuti proses hukum Indonesia.”

“Pernyataan (Duterte) dalam percakapan dengan Presiden Jokowi seperti ini … dia mengatakan ia akan ‘mengikuti hukum Indonesia, saya tidak akan mengganggu,'” kata Abella dalam sebuah pernyataan.

Kementerian Luar Negeri Filipina juga membantah laporan tersebut.

Menteri Luar Negeri Perfecto Yasay mengatakan Duterte hanya mengatakan kepada Presiden Jokowi bahwa “ia menghormati proses peradilan dan akan menerima apapun keputusan akhir mengenai kasus ini.”

Mary Jane, yang dijatuhkan hukuman mati terkait penyelundupan narkoba, terhindar dari regu tembak pada April tahun lalu.

Dia mengatakan dia ditipu oleh seorang teman untuk membawa heroin. Pejabat pengadilan Filipina telah mengajukan kasus terhadap dugaan perekrutnya, termasuk teman, dengan maksud menyelidiki mereka terkait perdagangan manusia dan rekrutmen ilegal.

Dalam sebuah pernyataan, pengacara Mary Jane mengatakan, “Eksekusi ditunda tanpa batas waktu untuk menunggu hasil dari kasus-kasus di Filipina terhadap perekrutnya.”

Ketua Komisi Pastoral Migran dan Orang Dalam Perjalanan Konferensi Waligereja Filipina berharap bahwa Duterte terus mengajukan banding demi kehidupan Mary Jane.

“Ini merupakan harapan kami  bahwa pemerintah kami terus melobi demi kehidupannya (Mary Jane),” kata Uskup Balanga, Mgr Ruperto Santos.

Azas Tigor Nainggolan, koordinator bidang HAM Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran untuk Orang Dalam Perjalanan Konferensi Waligereja Indonesia, mngatakan, “Betapa mudahnya mereka untuk membuat keputusan mengenai kematian Mary Jane.”

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Komunitas awam Katolik Indonesia bantu warga Muslim merayakan Idul Fitri
  2. Keuskupan Agung Semarang mengucapkan Selamat Idul Fitri
  3. Kampanye mendukung blogger Katolik di Vietnam diluncurkan
  4. Paus memberkati fundasi bangunan sebuah tarekat di Korea
  5. Vatikan diam saat Dubes Jerman mendukung uskup China
  6. Renungan Hari Minggu XII Tahun A -25 Juni 2017
  7. Gereja Katolik mendukung pemisahan wilayah bagi etnis Gorkha di India
  8. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  9. Menciptakan peradaban kasih di Keuskupan Agung Semarang
  10. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online