UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Ulama dan cendiawan Muslim puji Paus Fransiskus

September 20, 2016

Ulama dan cendiawan Muslim puji Paus Fransiskus

 

Para cendikawan dan ulama Muslim memuji Paus Fransiskus memperkuat hubungan dengan dunia Islam dan membantu para pengungsi Suriah dalam perayaan Hari Perdamaian Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 18 September.

Sambil memegang sebuah majalah yang memuat foto pertemuan Paus Fransiskus dengan Imam Besar dari Universitas Sunni al-Azhar, Mufti Syed Ashiq Hussain belum lama ini yang berpidato di  Pusat Perdamaian Dominikan di Lahore.

Mufti itu berbicara pada perayaan Hari Perdamaian Dunia dan Idul Adha yang diselenggarakan oleh United United Religious Initiative Pakistan dan Pusat Perdamaian Dominikan. Sebenarnya tanggal khusus tersebut jatuh pada 21 September.

“Bagi umat Muslim, Paus Fransiskus adalah seorang nabi cinta,” katanya.

“Dia telah memberikan teladan untuk menghormati hak dan martabat manusia yang telah menjadi argumennya untuk kegiatan perdamaian dan merasa malu dengan para penyebar kebencian. Tindakan Paus menunjukkan apa yang ia ingin dalam hatinya,” katanya.

“Kami sangat tersentuh ketika ia mencuci dan mencium kaki pengungsi Muslim pada upacara pembasuhan kaki pada Kamis Putih. Paus telah melakukan hal-hal yang tidak pernah dilakukan raja Muslim,” kata mufti itu.

Uskup Agung Lahor, Mgr  Sebastian Shah bergabung dengan para ulama Muslim dalam melepaskan balon dan burung merpati.

Sementara sebagian besar ulama Muslim menghargai penyelenggara tersebut untuk berbagi sukacita menutup perayaan Idul Adha. Banyak orang juga memuji upaya Gereja untuk membangun perdamaian dan keharmonisan antaragama.

“Paus juga adalah panutan bagi kami. Dia memprakarsai Tahun Luar Biasa Kerahiman Allah ketika dunia membutuhkannya. Usahanya bisa membawa perubahan,” kata Sohail Ahmad Raza, direktur Hubungan Interfaith di Minhaj-ul-Quran International.

Umat Muslim di seluruh dunia secara luas mendukung Paus Fransiskus karena sikap melawan kebijakan imigrasi di Eropa. Vatikan saat ini menjadi rumah bagi 19 pengungsi Suriah termasuk 17 Muslim, menyusul kunjungan Paus ke kamp tahanan di Pulau Lesbos, Yunani, pada 16 April.

Raza juga ingat pertemuannya dengan Paus Benediktus XVI ketika ia mengunjungi Vatikan tahun 2011 atas undangan Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama.

“Beberapa kelompok Muslim memiliki kedekatan dengan Paus Emeritus Benediktus, dan Paus Fransiskus adalah seorang  yang sesuai dengan kriteria kami untuk menjadi pemimpin dunia,” kata Raza.

“Dia telah menjembatani di antara dua komunitas. Tidak ada orang lainnya yang bekerja siang dan malam untuk kerukunan antaragama.”

Sumber: ucanews.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi