UCAN Indonesia Catholic Church News

Pernyataan jaksa soal hukuman mati Herman Masan prematur

03/10/2016

Pernyataan jaksa soal hukuman mati Herman Masan prematur thumbnail

Herman Jumat Masan (kiri) dan salah satu pengacaranya (ucanews.com)

Pernyataan pihak kejaksaan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang menyebut eksekusi mati mantan pastor Herman Jumat Masan akan segera dilakukan menuai kecaman dari sejumlah aktivis dan pengacara.

Menurut mereka jaksa tidak bisa mengatakan seperti itu karena proses peninjauan kembali atas kasus tersebut masih berlangsung.

Budi Handaka, jaksa di Pengadilan Tinggi Kupang mengatakan kepada media awal bulan ini bahwa Herman akan dieksekusi mati dalam waktu dekat dan tinggal melakukan koordinasi dengan pihak Kejaksaan Agung di Jakarta.

Herman divonis hukuman mati pada Februari 2014 terkait kasus pembunuhan kekasihnya dan dua orang bayi hasil hubungan gelap mereka lebih dari 10 tahun yang lalu.

Pastor Paulus Rahmat SVD, direktur Vivat Internasional untuk Indonesia mengatakan, pernyataan jaksa itu prematur.

Proses hukum, katanya, belum selesai. “Masan masih punya hak untuk mengajukan Peninjauan Kembali (PK),” katanya. Ia menjelaskan, Vivat dan sejumlah organisasi lain sedang menyiapkan materi PK ini.

“Diharapkan dokumenya sudah tuntas sebelum akhir tahun ini,” ungkap Pastor Paul.

Martinus Gabriel Goa Sola, direktur lembaga Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) juga mengkritisi pernyataan jaksa.

“Selain mengajukan PK, dia (Masan) juga masih punya hak untuk mengajukan grasi kepada presiden. Jadi, prosesnya masih tetap berlanjut,” katanya.

Herman kini dipenjara di Maumere, Pulau Flores, daerah yang bermayoritas Katolik.

Dia divonis hukuman mati pada 2014 oleh Mahkamah Agung (MA) setelah mengajukan banding atas hukuman seumur hidup yang dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri Maumere dan Pengadilan Tinggi di Kupang.

Menurut dakwaan, ia dinyatakan membunuh dengan mencekik bayi hasil hubungan gelapnya dengan Yosefin Keredok Payong alias Merry Grace pada 1999.

Merry Grace merupakan mantan suster Kongregasi SSpS yang meninggalkan biara pada tahun 1997

Tahun 2002, ketika Merry Grace kembali melahirkan anak kedua hasil hubungan gelap mereka, menurut dakwaan, Masan membiarkan saja bayi itu di kamarnya hingga meninggal, bersama Merry Grace yang juga akhirnya meninggal  setelah mengalami pendarahan.

Ketiga jenazah ini dikuburkan di belakang kamar di kompleks Tahun Orientasi Rohani (TOR), Lela, Maumere, di mana saat itu ia bertugas sebagai pendamping para frater TOR.

Herman meninggalkan imamat tahun 2008 dan bekerja di Kalimantan.

Kasus ini terungkap ketika pada Januari 2013, polisi menggali kuburan ketiga jenazah itu, berkat pengakuan dari mantan pacar Masan berhubung Masan pernah menceritakan peristiwa itu kepadanya.

Roy Rening, pengacara Masan mengatakan, sebagaimana diatur hukum pidana di Indonesia, upaya peninjauan kembali ini didasari keyakinan adanya kekhilafan hakim selama proses persidangan Herman.

“Faktanya, klien kami tidak melakukan pembunuhan berencana, tetapi lalai yang menyebabkan hilangnya nyawa,” klaimnya.

Eman Herdiyanto, rekan Roy juga menyampaikan penilaian serupa.

Menurutnya, meski hubungan Herman dengan Merry Grace boleh dibilang hubungan gelap, namun Herman memiliki niat untuk mempertahankan bayi mereka, dengan membeli perlengkapan persalinan.

“Kalau ia punya niat jahat, ia pasti membunuh sebelum kekasihnya melahirkan,” katanya.

Menurut Eman yang baru-baru ini mengunjungi Herman di penjara mengatakan, terdakwa memang mengakui dia bersalah.

“Tapi ia meminta agar dihukum sesuai kesalahannya,” katanya.

Ryan Dagur, Jakarta




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pastor China Dipenjara Kasus Pencurian, Umat Mengatakan Dia Dijebak
  2. Diduga Karena Tekanan, Pemerintah Menutup Sebuah Misi Katolik di India
  3. Gempa Meksiko Menewaskan 11 Orang Saat Acara Pembaptisan
  4. Renungan Hari Minggu XXV Tahun A – 24 Sept 2017
  5. Partai Khunto Mundur, Timor-Leste Dipimpin Koalisi Minoritas
  6. Mgr Adrianus Sunarko Ditahbiskan Uskup Pangkalpinang Akhir Pekan Ini
  7. Paus Ingatkan Uskup Jepang agar Tidak Melupakan Martir
  8. Tidak Diperhatikan, Milisi Ancam Tutup Perbatasan RI-Timor Leste
  9. Uskup Hong Kong Beberkan Cara Menghadapi China
  10. Pastor Salesian Ini Mengisahkan Penangkapan dan Pembebasannya
  1. Terima kasih atas masukannya Romo. Salam hangat...
    Said cnindonewsletter on 2017-09-18 16:37:16
  2. Koreksi: Sejak Oktober 2016, Superior Generale CDD bukan lagi R.P. Jhon Cia, ...
    Said Yustinus CDD on 2017-09-18 11:19:22
  3. Suster, perkenalkan saya Dame. Saya berumur 25 tahun dan saya sudah baptis katol...
    Said Parningotanna Dameria Siahaan on 2017-09-15 14:17:52
  4. kalau ada pohon yang tumbang sebab angin kencang, maka jangan salahkan angin yan...
    Said mursyid hasan on 2017-09-13 00:02:54
  5. Salam Kenal Sahabat seiman, Nama sy Antonius, tinggal di Jakarta Indonesia. Sy...
    Said Antonius on 2017-09-10 21:25:14
  6. Selamat siang Romo Indra Sanjaya. Di Wahyu 13:1 kitab deuterokanonik ada salah t...
    Said agus eko on 2017-09-10 14:04:11
  7. Infonya sangat bermanfaat. Semoga umat Katolik makin mencintai kitab suci.......
    Said Deo Reiki on 2017-09-07 08:31:09
  8. Selamat siang, Jika boleh saya meminta nomer telp ibu Angelic Dolly Pudjowati...
    Said Cornellia on 2017-09-04 15:26:00
  9. sejarah masa lalu, yang masih belum jelas keputusan dari Pemerintah, dan belum j...
    Said ANTONIUS NAIBAHO on 2017-09-02 17:16:52
  10. religius sendiri sangat erat kaitannya kepada seluruh kegiatan umat termasuk lin...
    Said ANTONIUS NAIBAHO on 2017-09-02 17:04:35
UCAN India Books Online