Agama-agama besar di Korea berkumpul untuk membangun keharmonisan

07/10/2016

Agama-agama besar di Korea berkumpul untuk membangun keharmonisan thumbnail

 

Perwakilan dari empat agama utama di Korea Selatan menyelenggarakan festival keagamaan yang bertujuan meruntuhkan tembok di antara mereka.

Komite Perdamaian Agama Dunia menyelenggarakan World Religion Culture Festival 2016 di Jeonju dan tempat lainnya selama 20-24 September. Panitia mencakup perwakilan dari Buddha, Katolik, Protestan dan tradisi Won Buddha.

Won adalah agama asli Korea, yang didirikan oleh Sotaesan (1891-1943), yang diklaim mencapai pencerahan tahun 1916. Tiga misinya adalah propagasi, pendidikan dan amal. Agama itu tidak memiliki hubungan formal dengan Buddhisme.

Empat agama tersebut menegaskan kembali bahwa mereka memiliki tujuan yang sama, “mempratekkan kasih sayang dan cinta.”

Festival ini menawarkan berbagai acara budaya dan memberi orang-orang kesempatan untuk belajar tentang karakteristik unik dari masing-masing agama.

Puncak festival itu adalah Forum Agama Dunia yang diselenggarakan pada 21 September. Forum itu mengeksplorasi bagaimana masing-masing agama mempromosikan kasih sayang dan pemimpin di forum itu berjanji mempromosikan hubungan yang harmonis antara agama-agama.

Di forum tersebut, Edouard Firmin Matoko, asisten dirjen UNESCO, memberikan pidato kepada sekitar 300 pemimpin agama.

“Dialog antaragama membutuhkan ketenangan diri dan upaya untuk mempertahankan keseimbangan batin,” kata Matoko.

Uskup Jeonju Mgr Vincent Ri Pyung-ho mengatakan pada forum tersebut, bahwa “sebagai orang beragama, kita adalah sama dalam cara mempraktekkan kasih sayang.”

Yang Mulia Seongwoo dari Buddha Orde Jogye mengatakan, “Kebaikan dan kebajikan berarti menghormati agama lain dan mencintai satu sama lain. Memiliki kasih sayang dan mencintai satu sama lain adalah arti sebenarnya dari agama.”

Acara ini juga diadakan di tengah memuncaknya kekhawatiran internasional atas program senjata nuklir dan rudal Korea Utara.

Pada awal September, Korea Utara mengklaim telah berhasil meluncurkan nuklir, mendorong seruan baru untuk sanksi terhadap negara itu.

Menurut media Korea Selatan, perkembangan dalam program nuklir Korea Utara ini telah menyebabkan beberapa anggota parlemen di Selatan menyerukan negara itu untuk mengembangkan senjata nuklir sendiri sebagai pencegah.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online