UCAN luncurkan laporan penganiayaan agama

12/10/2016

UCAN luncurkan laporan penganiayaan agama thumbnail

 

UCA News, sebuah situs berita Katolik terkemuka di Asia, menerbitkan sebuah laporan yang komprehensif tentang kebebasan beragama di seluruh wilayah tersebut.

On the Edge adalah pertama dari serangkaian laporan tahunan tentang situasi penganiayaan agama di antara agama-agama di wilayah tersebut, oleh pemerintah, dan oleh mereka yang seagama.

On the Edge adalah pengkajian yang luas pertama di Asia dari topik tersebut dan diterbitkan oleh sebuah kelompok dengan sumber daya yang tak tertandingi di tempat mereka dan dengan para wartawan lokal.

Dirancang untuk menyoroti kebebasan beragama di kawasan di mana lebih dari sepertiga dari penduduk dunia tinggal, On the Edge akan diluncurkan di Yangon bersama kardinal Myanmar, Mgr Charles Muang Bo pada 14 Oktober.

Laporan pertama UCAN adalah seputar jumlah penganiayaan agama di seluruh wilayah itu, di mana empat agama besar dunia – Kristen, Islam, Buddha dan Hindu –  di mana tingkat intoleransi tetap tinggi.

Laporan pertama akan fokus di Banglades, Sri Lanka, Tiongkok, India, Indonesia, Filipina, Vietnam dan minoritas Muslim Rohingya di Myanmar yang berupaya menghindari penganiayaan dengan melarikan diri ke Thailand dan Malaysia.

“Di bawah banyak konflik di seluruh Asia, agama sebenarnya adalah kode sumber yang aktual untuk memahami apa yang sedang terjadi,” kata Pastor Michael Kelly SJ, Direktur Eksekutif UCAN dan editor On the Edge.

“Tapi, agama sering diabaikan sebagai faktor penyebab. Mengapa? Alasannya sangat sederhana: mereka yang melaporkan peristiwa itu memiliki sedikit pemahaman atau pemahaman tentang agama memicu konflik atau sejarah konflik agama yang merupakan konteks untuk peristiwa kontemporer.”

Kardinal Bo, yang akan meluncurkan laporan tersebut, adalah salah satu tokoh terpenting di Myanmar  dan juga di Asia, telah berupaya membangun kerukunan dan kerja sama di antara agama-agama di mana Katolik adalah agama minoritas kecil di Myanmar.

Myanmar dilanda perang destruktif selama 50 tahun di antara etnis minoritas dan pasukan pemerintah yang memerintah negara itu sampai transisi baru-baru ini menuju pemerintahan yang demokratis. Tapi, banyak dari kelompok etnis bersaing juga dengan keyakinan agama mereka.

Contoh baru-baru ini yang paling mencolok dari penganiayaan agama minoritas di mana masyarakat arus utama di Myanmar tidak ingin Rohingya berada di negara itu, yang memicu krisis kemanusiaan terbesar di kawasan itu sejak pengungsi Vietnam tahun 1970-an dan 1980-an.

Rohingya adalah minoritas Muslim dibawa ke Myanmar dari Bengal (sekarang bagian dari Banglades) oleh Inggris pada abad ke-19 ketika Burma (sekarang disebut Myanmar) adalah koloni di bawah kekuasaan Inggris.

Kehadiran Rohingya dianggap tidak diinginkan oleh para biksu Buddha nasionalis yang ingin mereka dipulangkan ke Banglades.

Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang isi buku tersebut, silahkan memesan di sini.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  2. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  3. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  4. Gereja dibakar, darurat militer diumumkan di Mindanao
  5. Calon imam SVD mengajar di Pondok Pesantren
  6. Uskup Filipina menyamar jadi petani untuk melihat kegiatan paroki
  7. Umat Katolik Pakistan marah atas pembatasan media sosial
  8. Banyak tantangan menanti Presiden Timor-Leste yang baru
  9. Paus ingatkan bahaya kata-kata kotor dan saling menjelekkan
  10. Penyandang disabilitas meminta Jokowi membentuk komisi khusus
  1. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  2. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  3. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  4. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  5. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  6. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  7. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
  8. Ingat kita di Indonesia. Semua mayoritas dan minoritas. Ketika ada pihak mengkla...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:43:38
  9. Pro Ecclecia et patria! Demi bangsa kita juga harus tegas menghadapi kekuatan ra...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:35:34
  10. Mohon diperjuangkan agar bimas katolik dapat mengangkat kembali guru agama Katol...
    Said Rudi M on 2017-05-13 22:00:07
UCAN India Books Online