Napi pendeta diberikan makanan terkontaminasi

13/10/2016

Napi pendeta diberikan makanan terkontaminasi thumbnail

 

Pendeta disuguhkan makanan dan minuman terkontaminasi setelah mereka memprotes terkait perlakuan yang sama di sebuah kamp penjara di Vietnam selatan, kata istri dari salah satu tahanan.

“Suami saya dan tahanan lainnya telah diberi makanan dicampur dengan pecahan kaca dan timah, dan air minum tercium insektisida,” kata Tran Thi Hong, seraya menambahkan bahwa mereka juga menerima makanan dengan dicampur lalat-lalat mati.

Suaminya, Pendeta Nguyen Cong Chinh, dijatuhi hukuman 11 tahun penjara tahun 2011 karena dituduh merusak solidaritas nasional berdasarkan Pasal 87 hukum pidana Vietnam.

Hong dan putrinya mengunjungi dia di sebuah penjara di Provinsi Binh Duong, Vietnam selatan, pada 1 Oktober.

Para petugas penjara tidak mengizinkan tiga Lutheran itu dan satu pengikut agama tradisional membeli makanan tambahan di kantin yang meninggalkan mereka dengan hanya jatah makanan sedikit untuk bertahan hidup.

Hong mengatakan petugas penjara memaksa mereka untuk mengakui tuduhan kejahatan mereka.

Daripada menyerah, empat napi mogok makan. Protes mereka berlangsung selama 22 hari pada Agustus, kata Hong.

“Mereka tidak berhenti mogok makan hingga seorang pejabat senior dari Departemen Keamanan Publik berbasis di Hanoi bertemu mereka dan berjanji menangani keluhan mereka,” kata Hong.

Namun, pejabat itu tidak menepati janjinya dan Chinh serta sesama tahanan telah diperlakukan lebih kejam sejak saat itu, kata Hong.

Chinh dipisahkan dari tahanan lain dan sangat pucat ketika Hong mengunjunginya. “Jika dia tidak segera dibebaskan untuk mendapatkan perawatan medis, ia akan mati,” kata Hong.

Korupsi merajalela

Ada korupsi yang merajalela di kalangan petugas penjara, kata mantan tahanan kepada ucanews.com.

“Mereka berjuang untuk kekuasaan mereka dan mencoba untuk membeli posisi mereka. Jadi mereka menyalahgunakan kekuasaan mereka untuk mengeksploitasi tahanan untuk kepentingan pribadi mereka,” katanya.

“Tahanan politik dan agama diperlakukan buruk dan disiksa sehingga mereka secara paksa menerima dakwaan terhadap mereka. Ini juga merupakan cara untuk mengancam orang lain,” ujar pria yang telah menyelesaikan hukuman lima tahun karena menentang kebijakan pemerintah.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Komunitas awam Katolik Indonesia bantu warga Muslim merayakan Idul Fitri
  2. Keuskupan Agung Semarang mengucapkan Selamat Idul Fitri
  3. Kampanye mendukung blogger Katolik di Vietnam diluncurkan
  4. Paus memberkati fundasi bangunan sebuah tarekat di Korea
  5. Vatikan diam saat Dubes Jerman mendukung uskup China
  6. Renungan Hari Minggu XII Tahun A -25 Juni 2017
  7. Gereja Katolik mendukung pemisahan wilayah bagi etnis Gorkha di India
  8. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  9. Menciptakan peradaban kasih di Keuskupan Agung Semarang
  10. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online