UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Umat Katolik Tiongkok khawatir dengan wafatnya tiga imam secara beruntun

Oktober 17, 2016

Umat Katolik Tiongkok khawatir dengan wafatnya tiga imam secara beruntun

 

Umat Katolik Tiongkok khawatir karena tiga imam di Tiongkok meninggal dalam tiga hari berturut-turut dan satu imam lagi dalam kondisi kritis.

Pastor Joseph Ge Xiangbing, 41, dari Xian, dan Pastor Peter Liu Zhanfang, 65, dari kota Baoding, masing-masing meninggal karena sakit mendadak pada 6 Oktober dan 8 Oktober. Kedua imam itu melayani di Provinsi Hebei bagian utara di mana terdapat sekitar satu juta umat Katolik.

Pastor Peter Li Bo, 50, dari Provinsi Heilongjiang timur laut meninggal karena pendarahan otak pada 7 Oktober, sementara Pastor Joseph Song Kexun dari Provinsi Shaanxi barat laut, dirawat di rumah sakit pada 6 Oktober karena kondisi yang sama persis. Pastor Song, 44, kini menjalani perawatan intensif.

Meskipun Pastor Liu berusia lebih tua dari tiga imam lainnya, namun usianya masih di bawah 74, harapan hidup rata-rata pria di Tiongkok.

Kematian beruntun mengkhawatir umat Katolik di seluruh Tiongkok dan banyak dari mereka berdoa melalui media sosial dalam sepekan terakhir.

“Saya terkejut dengan berita yang menyedihkan. Bila meninggal dalam usia yang relatif muda, saatnya untuk berpikir tentang kesehatan orang-orang religius dalam Gereja kita,” kata Pastor Joseph Wang di Provinsi Shanxi.

“Kami para imam sering tidak cukup tidur karena kami harus bangun pagi untuk memulai doa kami sehari-hari dan kami bekerja sampai larut malam. Hal ini dapat membahayakan kesehatan kami,” kata imam berusia 40-an tahun itu.

“Kadang-kadang kami menjadi pecandu kerja,” tambahnya. “Banyak imam harus merayakan lebih dari tiga Misa pada hari Minggu atau pada hari-hari raya di lokasi yang berbeda yang tidak memungkinkan kami makan tepat waktu.”

Dia menyarankan bahwa komunitas religius harus memastikan bahwa anggota mereka harus mengadakan pemeriksaan medis dua kali setahun untuk mencegah penyakit resesif dan juga memberikan perawatan bagi mereka yang sakit atau lumpuh.

“Tampaknya mahal, tapi peduli tentang kesehatan orang-orang religius kami adalah peduli tentang masa depan Gereja,” katanya.

Setidaknya satu uskup dan lima imam diosesan telah meninggal di bawah usia rata-rata dalam lima tahun terakhir menurut sebuah artikel yang diterbitkan oleh The Evangelisasi Group.

Sumber: ucanews.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi