KWI: Gereja Katolik komitmen menjalankan demokrasi secara sehat

18/10/2016

KWI: Gereja Katolik komitmen menjalankan demokrasi secara sehat thumbnail

 

Pertemuan tokoh-tokoh lintas agama dalam menyikapi isu SARA yang tengah berkembang dalam ajang Pilkada DKI 2017 di Kantor CDCC Menteng, Jakarta Pusat, Senin (17/10/2016).

Sekertaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Romo YR Edy Purwanto mengatakan Gereja Katolik menyatakan, masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai macam suku dan budaya dalam berbagai sendi persatuan dan kesatuan.

Hal tersebut disampaikan Romo Edy dalam acara pertemuan tokoh-tokoh lintas agama dalam menyikapiIsu SARA yang tengah berkembang dalam ajang Pilkada DKI 2017 di Kantor CDCC Menteng, Jakarta Pusat, Senin (17/10/2016), seperti dilansir Arah.com.

“Gereja katolik yakin bahwa Indonesia negara plural dan majemuk dalam berbagai sendi persatuan dan kesatuan Indonesia,” kata Romo Edy.

Romo Edy juga menyebut dalam konteks Pilkada belakangan ini, pihaknya mengaku akan konsentrasi dan berkomitmen menjalankan demokrasi secara sehat, hal itu, kata dia, intinya untuk memajukan bangsa.

“Untuk konteks Pilkada, kami tetap konsen dan tetap komitmen menjalankan demokrasi secara sehat, dewasa, dan intinya untuk memajukan bangsa,” tambah Romo Edy.

1018f

Selain itu, Romo Edy meyakini bahwa Agama lain juga memiliki komitmen yang sama untuk mencapai kesejahteraan umum.

“Kami yakin juga agama-agama lain punya komitmen yang sama untuk mencapai kesejahteraan umum. Itulah yang menjadi inti pernyataan kami,” tutup Romo Edy.

Selain Romo Edy, dalam pertemuan tersebut, dihadiri pula para pemuka Agama, diantaranya Ketua Presidium Inter Religion Council (IRC) Din Syamsuddin, Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia(Walubi) Suhadi Sendjaja, Ketum Matakin Uung Sendana, Ketua Bidang Dikbud Parisade Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Nyoman Udayana, Sekum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom, dan Ketua Bidang Kerukunan Umat Beragama MUI Yusnar Yusuf.

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Misionaris lansia di India terancam dideportasi
  2. Uskup Korea bandingkan janji kampanye presiden dengan ajaran Gereja
  3. Pendeta asal Taiwan ditangkap karena nyanyikan lagu kebaktian
  4. Renungan Minggu Paskah III, 30 April 2017
  5. Cina melarang bayi Muslim menggunakan nama-nama berikut
  6. Pemimpin Muslim berusaha agar pejuang Abu Sayyaf menyerahkan diri
  7. Salib di Kerala dihancurkan pemerintah Komunis
  8. Hati yang tertutup sulit menemukan arti kebangkitan
  9. Kelompok militan desak agar Asia Bibi segera digantung
  10. Pemerintah di Mindanao adopsi program rehabilitasi narkoba Gereja
  1. Wajar saja kalau timbul kekhawatiran di kalangan minoritas karena kelompok radik...
    Said Aan Monterado on 2017-04-21 12:14:35
  2. Salut tuk kerja keras tim, tapi kritik utk peran pastor/suster, tetep aja yg kat...
    Said andreas jacob on 2017-04-17 14:16:16
  3. Menurut saya jika kita melihat dengan kondisi bangsa saat ini lebih bagus waktu ...
    Said Nick on 2017-04-15 10:04:04
  4. Saya harap juga setiap gereja di Jakarta dipersiapkan keamanannya.....
    Said Jenny Marisa on 2017-04-12 13:14:03
  5. Artikel ini bisa membantu para mahasiswa/i yang sedang membuat tugas....
    Said Natalino de Araujo Salsinha on 2017-04-11 15:21:13
  6. Kami salut dengan prinsip gereja yang dipertahankan oleh para Uskup di Filipina,...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-04-10 16:48:31
  7. salam saja...
    Said njlajahweb on 2017-04-10 00:17:06
  8. Sangat membanggkan akhirnya ada pulah Perhatian Pemerintah yang sangat besar bag...
    Said Beby on 2017-04-08 20:13:11
  9. Luar biasa n profisiat Mgr. Agust Agus Pr. untuk keputusan ini. Terima kasih bua...
    Said Bius Galmin on 2017-04-07 19:22:15
  10. Puji dan sukur kepada Tuhan yang maha esa telah ada sekolah tinggi katolik nege...
    Said mbah kung on 2017-04-07 14:26:01
UCAN India Books Online