Gereja Katolik bawa bantuan kepada ribuan korban banjir

21/10/2016

Gereja Katolik bawa bantuan kepada ribuan korban banjir thumbnail

Para petani menyelamatkan puluhan kerbau mereka di depan halaman gereja akibat banjir.

 

Keuskupan Vinh telah memberikan bantuan darurat kepada puluhan ribu orang akibat banjir yang disebabkan oleh hujan lebat dan banjir yang meluap dari bendungan di Vietnam tengah.

Banjir disebabkan oleh hujan deras di Vietnam pada 13-16 Oktober menewaskan 25 orang, mencederai 18 orang dan empat hilang.

Empat provinsi yang terkena dampak – Ha Tinh, Nghe An, Quang Binh dan Quang Tri, menurut laporan Departemen Pencegahan dan Pengendalian Bencana Alam.

Banjir menghancurkan hampir 1.000 rumah, merendam 120.700 rumah dan merusak 15.000 hektar tanaman.

“Kami meminta pekerja Karitas setempat untuk memberikan bantuan darurat seperti makanan dan air bersih,” kata Uskup Vinh Mgr Paul Nguyen Thai Hop.

Pada 17 Oktober, Uskup Hop dan imam lainnya mengunjungi paroki-paorki yang terkena dampak untuk menyerahkan dana, obat-obatan, mie instan dan air minum.

1021b

Uskup Paul Nguyen Thai Hop (kedua dari kanan) menyerahkan mie instan kepada orang-orang dari paroki Hoa Ninh pada 17 Oktober.

 

Pastor Michael Hoang Xuan Huong, imam paroki Hoa Ninh, provinsi paling parah dilanda banjir, mengatakan 17 paroki telah terendam bajir.

“Orang-orang harus naik ke atap dan tempat-tempat tinggi lainnya untuk menghindari tenggelam. Sapi dan barang-barang mereka hanyut,” kata Pastor Huong. “Kami harus membuka pelataran gereja untuk tempat tinggal 500 orang dan 100 sapi.”

Banyak gereja juga terendam bajir, tambah imam itu.

“Sekarang banjir telah surut, orang tetap dalam kondisi buruk dengan tidak ada listrik, air bersih dan makanan serta berisiko tinggi terkena penyakit,” katanya.

Anna Truong Thi Hanh dari paroki Hoa Ninh mengatakan banjir naik sangat cepat sehingga dia hanya bisa menyelamatkan dua kerbau di dalam pelataran gereja. Satu babi dan semua barang miliknya hilang.

“Kami tidak tahu apa yang akan kami lakukan untuk hidup kami ke depan,” kata ibu berusia 55 tahun dari empat itu.

Dia mengatakan Pastor Huong meminta sumbangan dan dukungan keuangan dari para dermawan untuk membantu umat.

“Kami meneteskan air mata ketika kami melihat Pastor Huong bepergian dengan rakit saat hujan untuk membagikan makanan kepada orang-orang yang terjebak di atap, terisolasi oleh banjir,” kata Hanh.

1021c

Pastor Michael Hoang Xuan Huong di atas rakit membagikan makanan kepada orang-orang yang terisolasi akibat banjir. 

 

Banjir diperparah dengan kesalahan bendungan

Media lokal melaporkan bahwa Bendungan Ho Ho di Provinsi Quang Binh tiba-tiba meluap pada 14 Oktober menggenangi ribuan rumah tangga di distrik Huong Khe.

Menteri Perindustrian dan Perdagangan Tran Tuan Anh pada 16 Oktober mengirim delegasi untuk menyelidiki insiden tersebut. Dia berjanji untuk menghukum berat para pejabat yang lalai.

Uskup Hop mengatakan orang harus diberitahu tentang debit air setiap hari saat hujan turun.

“Masyarakat setempat akan memprotes pabrik dan meminta untuk memberhentikan pejabat bersalah dan membayar kompensasi,” kata Uskup Hop.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  2. Menciptakan peradaban cinta di Keuskupan Agung Semarang
  3. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  4. Umat ​​Katolik Laos siap mengikuti AYD di Yogyakarta
  5. Tidak ada perdamaian di Kashmir, bahkan selama Ramadan
  6. Kardinal Quevedo mengaitkan konflik dengan kemiskinan
  7. HRW tuduh polisi Filipina memalsukan data ‘pembunuhan perang narkoba’
  8. Gereja dan LSM di NTT membantu orang dengan HIV
  9. Uskup Macau bertemu dengan uskup China yang tidak diakui Vatikan
  10. Biarawati China mogok makan menuntut kompensasi setelah tarekat dibubarkan
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online