UCAN Indonesia Catholic Church News

Imam, suster, awam Katolik di Tiongkok protes penghancuran properti Gereja

21/10/2016

Imam, suster, awam Katolik di Tiongkok protes penghancuran properti Gereja thumbnail

 

Lebih dari 40 klerus dan orang awam Katolik menggelar protes di kota Tianjin, Tiongkok dalam upaya mencari kompensasi setelah properti Gereja dihancurkan oleh otoritas tanpa pemberitahuan.

Dua hari protes dimulai 18 Oktober setelah Pastor Ma Yantao dari Anyang, Provinsi Henan, yang ditugaskan di Tianjin menangani properti keuskupan, menginformasikan Uskup Joseph Zhang Yinlin bahwa properti Gereja dengan luas  973 meter persegi di Jalan Fujian telah dihancurkan.

Protes terdiri dari imam, suster dan awam Katolik dari Keuskupan Anyang, Provinsi Henan sambil mengusung spanduk dan menyanyikan lagu-lagu pujian ketika mereka tiba di gedung Komite Distrik Hexi dan menunggu pihak berwenang memberikan penjelasan.

Bentrokan fisik ringan terjadi ketika para aparat keamanan mendorong para pemrotes dan menghalangi mereka mendekati gedung itu.

Protes pada 19 Oktober pindah ke departemen perumahan pemerintah karena “pejabat komite distrik itu mengatakan kepada mereka bahwa mereka tidak mampu menyelesaikan masalah ini,” kata seorang sumber dari Anyang kepada ucanews.com.

Uskup Zhang juga tiba di Tianjin dari Henan pada 19 Oktober dan dia tetap berada di sana bersama dengan tiga imam dan orang awam setelah pemerintah Tianjin berjanji untuk bernegosiasi, demikian sumber itu.

“Kami tidak tahu berapa lama negosiasi akan dilakukan dan uskup mengatakan tujuan protes telah tercapai sehingga ia mengatakan kepada kami untuk kembali ke rumah,” kata sumber itu.

1021f

Biarawati dari Keuskupan Anyang protes sementara imam dan orang awam berdebat dengan pihak keamanan di luar gedung komite distrik Hexi, Tianjin pada 18 Oktober.

 

Keuskupan Anyang memiliki beberapa properti Gereja di Tianjin. Sejak tahun 2005 pihaknya telah menempatkan seorang imam di sana untuk merebut kembali properti yang sebelumnya diambil oleh negara.

Namun, properti di Jalan Fujian – gedung dua lantai dibangun oleh Institut Kepausan untuk Misi Asing – belum diselesaikan selama lebih dari satu dekade sejak saat itu diduduki oleh komite distrik Hexi.

“Pemerintah Tianjin membenarkan properti itu milik kami, tapi tidak pernah membuat sertifikasi,” kata sumber dari Anyang.

Sejarah komunis mengambil properti Gereja

Sebelum komunis mengambil alih Tiongkok tahun 1949, banyak kongregasi religius, seperti Yesuit, Institut Kepausan untuk Misi Asing dan Kongregasi Misi, memiliki properti di Tianjin, pelabuhan utama dan pintu gerbang menuju Beijing.

Banyak biara mereka diubah menjadi kantor pemerintah, sekolah dan rumah sakit setelah para misionaris asing diusir dan agama dilarang tahun 1950-an.

Sejak kebijakan untuk kembali properti disita untuk sektor keagamaan dilaksanakan tahun 1982, beberapa keuskupan, seperti Anyang, Hengshui, Xianxian dan Xingtai telah berusaha merebut kembali properti Gereja di kota-kota utama, termasuk Tianjin.

Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak umat Katolik berani memperjuangkan tanah mereka dan memberikan tekanan pada pemerintah untuk mengembalikannya.

Tahun 2005, sekelompok biarawati dari Keuskupan Tianjin meluncurkan lima hari puasa untuk menarik perhatian klaim mereka tentang properti Gereja. Tahun yang sama, penyerang tak dikenal mencegah kelompok biarawati di Keuskupan Xi’an ketika mereka berupaya mencegah pembongkaran kampus sekolah formal milik Gereja. Imam dari Keuskupan Taiyuan dan Keuskupan Yuci juga mengalami luka-luka membela properti di Tianjin selama tahun 2005.

Tahun 2014, paroki Yixingbu, Keuskupan Tianjin merebut properti mereka setelah pertempuran 10 tahun di mana mereka menghadapi intimidasi.

Pusat Studi Roh Kudus Hong Kong memperkirakan bahwa pejabat Asosiasi Patriotik Katolik Tiongkok dan pemerintah telah mengantongi sekitar 16 miliar dolar AS dari penjualan tanah Gereja yang disita.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pastor China Dipenjara Kasus Pencurian, Umat Mengatakan Dia Dijebak
  2. Diduga Karena Tekanan, Pemerintah Menutup Sebuah Misi Katolik di India
  3. Gempa Meksiko Menewaskan 11 Orang Saat Acara Pembaptisan
  4. Renungan Hari Minggu XXV Tahun A – 24 Sept 2017
  5. Partai Khunto Mundur, Timor-Leste Dipimpin Koalisi Minoritas
  6. Mgr Adrianus Sunarko Ditahbiskan Uskup Pangkalpinang Akhir Pekan Ini
  7. Paus Ingatkan Uskup Jepang agar Tidak Melupakan Martir
  8. Tidak Diperhatikan, Milisi Ancam Tutup Perbatasan RI-Timor Leste
  9. Uskup Hong Kong Beberkan Cara Menghadapi China
  10. Pastor Salesian Ini Mengisahkan Penangkapan dan Pembebasannya
  1. Terima kasih atas masukannya Romo. Salam hangat...
    Said cnindonewsletter on 2017-09-18 16:37:16
  2. Koreksi: Sejak Oktober 2016, Superior Generale CDD bukan lagi R.P. Jhon Cia, ...
    Said Yustinus CDD on 2017-09-18 11:19:22
  3. Suster, perkenalkan saya Dame. Saya berumur 25 tahun dan saya sudah baptis katol...
    Said Parningotanna Dameria Siahaan on 2017-09-15 14:17:52
  4. kalau ada pohon yang tumbang sebab angin kencang, maka jangan salahkan angin yan...
    Said mursyid hasan on 2017-09-13 00:02:54
  5. Salam Kenal Sahabat seiman, Nama sy Antonius, tinggal di Jakarta Indonesia. Sy...
    Said Antonius on 2017-09-10 21:25:14
  6. Selamat siang Romo Indra Sanjaya. Di Wahyu 13:1 kitab deuterokanonik ada salah t...
    Said agus eko on 2017-09-10 14:04:11
  7. Infonya sangat bermanfaat. Semoga umat Katolik makin mencintai kitab suci.......
    Said Deo Reiki on 2017-09-07 08:31:09
  8. Selamat siang, Jika boleh saya meminta nomer telp ibu Angelic Dolly Pudjowati...
    Said Cornellia on 2017-09-04 15:26:00
  9. sejarah masa lalu, yang masih belum jelas keputusan dari Pemerintah, dan belum j...
    Said ANTONIUS NAIBAHO on 2017-09-02 17:16:52
  10. religius sendiri sangat erat kaitannya kepada seluruh kegiatan umat termasuk lin...
    Said ANTONIUS NAIBAHO on 2017-09-02 17:04:35
UCAN India Books Online