UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Uskup berikan penghargaan kepada keluarga Katolik miskin

Oktober 25, 2016

Uskup berikan penghargaan kepada keluarga Katolik miskin

Martin bersama istri dan 10 anaknya saat menerima penghargaan dari Konferensi Waligereja Filipina pada 23 Oktober.

 

Konferensi Waligereja Filipina telah memberikan penghargaan khusus kepada 10 keluarga Katolik atas komitmen dan pelayanan mereka bagi Gereja, meskipun miskin.

Di antara mereka yang menerima penghargaan adalah Paul Martin, anggota Knights of Columbus, seorang pelayan awam, dan tukang di sebuah paroki di Baguio City.

Istri Martin, Delia bertugas sebagai lektor di gereja mereka. Mereka memiliki 10 anak, salah satunya, Dexter, adalah seorang imam. Seorang anak perempuan mereka, Marie Christine, adalah seorang biarawati.

Keluarga Martin telah dinobatkan sebagai salah satu dari 10 “keluarga yang luar biasa” karena “saling menjaga kepercayaan mereka dan iman mereka kepada Tuhan, serta pengabdian kepada Gereja.”

Robert Aventajado, ketua Yayasan Marriage Encounter Filipina, mengatakan “kesederhanaan” keluarga ini “membuat mereka menjadi luar biasa di kalangan keluarga lain di Filipina.”

Komisi Keluarga dan Kehidupan Konferensi Waligereja Filipina menugaskan Yayasan Aventajado untuk menyeleksi dan memilih keluarga yang luar biasa.

Aventajado mengatakan setiap keluarga yang dipilih menunjukkan “iman dalam perbuatan.”

“Bayangkan, seorang tukang listrik dan guru dengan 10 anak, mereka memiliki imam dan seorang biarawati ¬†antara anak-anak mereka,” katanya.

Di antara keluarga lain yang diakui, adalah pasangan – penyanyi Gereja tunanetra menikah dengan seorang lektor.

“Kisah-kisah mereka dan pelayanan sepenuh hati membuat kita malu,” kata Aventajado.

Setidaknya 52 dari 87 keuskupan di Filipina memberikan nominasi kepada Komisi Keluarga dan Kehidupan Konferensi Waligereja Filipina.

Uskup Daet Mgr Gilbert Garcera, ketua komisi itu, mengatakan 10 keluarga yang luar biasa telah menjadi “saksi” bahwa memiliki keluarga besar bukan berarti menjadi miskin.

Dia mengatakan keluarga mungkin miskin secara materi, tetapi mereka “kaya secara rohani” karena mereka “beriman teguh kepada Tuhan.”

Uskup Garcera mengatakan cerita dari keluarga ini “cukup untuk menginjili seluruh negara dan rakyat.”

Uskup itu mendesak keluarga untuk menjadi “misionaris Ekaristi dan keluarga.”

“Ketika Anda kembali ke rumah ke keuskupan Anda, lanjutkan menyebarkan kabar baik bahwa Allah mengasihi kita,” katanya.

Sumber: ucanews.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi