Pilkada Timor Leste menunjukkan sebuah terobosan

26/10/2016

Pilkada Timor Leste menunjukkan sebuah terobosan thumbnail

 

Gereja di Timor Leste telah memperingatkan para pemilih dan kandidat untuk memastikan pemilu kepala daerah (Pilkada) pada akhir Oktober dijalankan dengan adil dan para pemenang fokus pada kebutuhan orang miskin.

Sekitar 2.000 calon pria dan wanita di negara itu akan bersaing pada pemilihan pertama kalinya untuk posisi kepala desa di Timor Leste pada 29 Oktober.

Sekitar setengah dari 1,1 juta penduduk negara itu akan berpartisipasi dalam pilkada untuk memilih pemimpin mereka di 442 desa.

Pemilu adalah penting karena merupakan bukti keinginan pemerintah untuk mendesentralisasikan sistem pemerintahan sehingga kebutuhan masyarakat dapat ditangani dengan lebih baik di tingkat lokal, kata Salvador Pereira da Costa, seorang pengamat politik.

Kepala desa akan menjabat selama tujuh tahun dan saat ini hanya menerapkan kebijakan pemerintah pusat. Tetapi ketika desentralisasi diterapkan di seluruh negara itu tahun 2018, mereka akan melaporkan kepada bupati dan memiliki kekuatan untuk merencanakan program, mengusulkan anggaran dan penerapannya berada di bawah pengawasan bupati.

Pastor Jovito Rego de Jesus Araujo, ketua Komisi Pastoral Keuskupan Dili, mengatakan Gereja melihat pilkada adalah penting karena akan menjadi dasar yang kuat bagi demokrasi dan pembangunan bangsa.

Karena sebagian besar kontestan dan pemilih beragama Katolik, Gereja berharap bahwa umat Katolik menggunakan hak mereka dengan baik, memberikan suara mereka sesuai dengan hati, bukan tekanan dari luar.

“Apa yang Gereja harapkan adalah pemilu yang adil dan tidak ada pembelian suara, karena ini tidak mendidik atau tidak membantu orang,” kata Pastor Araujo kepada ucanews.com pada 20 Oktober.

Dia juga memperingatkan orang-orang untuk memilih calon yang mampu memimpin dan melayani di tingkat lokal.

“Pilihlah pemimpin yang memiliki hati untuk melayani, bukan orang-orang yang memiliki uang dan kekuasaan,” katanya.

Partisipasi perempuan

Veneranda Lemos Martins, Sekretaris Negara untuk Dukungan dan Promosi Sosial-Ekonomi Perempuan, mengatakan dia didorong oleh sejumlah perempuan untuk mencalonkan diri dalam pemilu lokal mendatang.

Sebanyak 319 dari sekitar 2.000 kandidat adalah perempuan.

Perempuan telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan daerah dan nasional sehingga mereka juga harus diberikan kesempatan untuk memimpin, mulai dari tingkat lokal hendaknya lebih banyak perempuan, katanya.

“Saya mengimbau kepada masyarakat Timor Leste untuk mendukung kandidat perempuan,” kata Martins seperti dikutip Suara Timor Lorosae pada 21 Oktober.

Salah satu calon perempuan, Rosantina Mendonca, mengatakan ia harus bersaing melawan lima kandidat lain untuk menjadi kepala Desa Comoro di Dili.

“Saya yakin meskipun banyak pemimpin dari laki-laki, tapi partisipasi perempuan telah dijamin oleh hukum Timor Leste,” kata Mendonca kepada ucanews.com.

Sumber: ucanews.com

 

 

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online