Vatikan: Perempuan harus berperan lebih besar membangun perdamaian

28/10/2016

Vatikan: Perempuan harus berperan lebih besar membangun perdamaian thumbnail

Uskup Agung Bernardito Cleopas Auza. (Foto: UN Web TV)

 

Perwakilan Takhta Suci untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, AS, telah meminta kaum perempuan untuk berperan yang lebih besar di bidang pembangunan perdamaian.

“Takhta Suci telah lama mengusulkan agar kaum perempuan lebih terlibat dalam membuat, memelihara dan membangun perdamaian,” kata Uskup Agung Bernardito Cleopas Auza, wakil tetap Takhta Suci untuk PBB pada 25 Oktober, seperti dilaporkan Radio Vatikan.

Berbicara pada Debat Terbuka Dewan Keamanan PBB, Uskup Agung asal Filipina itu mengatakan kaum perempuan dapat dan harus berperan lebih besar dalam mencegah pecahnya perang melalui mediasi dan diplomasi preventif, demi membangun perdamaian, rehabilitasi dan membangun kembali masyarakat dalam situasi pasca-perang, serta mencegah konflik bersenjata terjadi kembali.

“Kapasitas khusus mereka untuk membawa ketentraman dari kekacauan, masyarakat dari perpecahan, dan perdamaian dari konflik dan hadiah khusus mereka dalam mendidik orang menjadi lebih reseptif dan peka terhadap kebutuhan orang lain adalah penting dalam rangka untuk membangun perdamaian untuk dunia kita dari momok perang berkelanjutan dan membantu menyembuhkan luka konflik kekerasan sebelumnya dan sekarang,” kata Uskup Agung Auza.

“Namun, untuk memanfaatkan kapasitas khusus perempuan dalam perdamaian dan keamanan, upaya internasional harus dibuat untuk memungkinkan mereka bisa berhasil, sesuatu yang akan sulit dicapai jika perempuan masih merupakan jumlah yang tidak proporsional dari dunia yang kurang beruntung,” tambahnya.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  2. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  3. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  4. Gereja dibakar, darurat militer diumumkan di Mindanao
  5. Calon imam SVD mengajar di Pondok Pesantren
  6. Uskup Filipina menyamar jadi petani untuk melihat kegiatan paroki
  7. Umat Katolik Pakistan marah atas pembatasan media sosial
  8. Banyak tantangan menanti Presiden Timor-Leste yang baru
  9. Paus ingatkan bahaya kata-kata kotor dan saling menjelekkan
  10. Penyandang disabilitas meminta Jokowi membentuk komisi khusus
  1. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  2. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  3. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  4. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  5. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  6. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  7. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
  8. Ingat kita di Indonesia. Semua mayoritas dan minoritas. Ketika ada pihak mengkla...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:43:38
  9. Pro Ecclecia et patria! Demi bangsa kita juga harus tegas menghadapi kekuatan ra...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:35:34
  10. Mohon diperjuangkan agar bimas katolik dapat mengangkat kembali guru agama Katol...
    Said Rudi M on 2017-05-13 22:00:07
UCAN India Books Online