UCAN Indonesia Catholic Church News

Ordo berbasis di India mulai misi ke Afrika

31/10/2016

Ordo berbasis di India mulai misi ke Afrika thumbnail

Pastor Eusebio Gomes, kiri, dan Pastor Vincent Lobo, kanan, bersama umat paroki di Mauritania. 23 Oktober 2016.

 

Dua imam misionaris dari kongregasi religius berbasis di Goa, India telah berangkat ke Mauritania, Afrika, pertama dalam sejarah kongregasinya berusia 130 tahun.

Pastor Eusebio Gomes dan Pastor Vincent Lobo dari Serikat Misionaris St Fransiskus Xaverius – juga dikenal sebagai Serikat Pilar – mendarat di Nouakchot, ibukota negara republik Islam itu, 23 Oktober.

Sebelum berangkat ke Afrika, Pastor Gomes adalah editor mingguan Serikat Pilar, Vavraddeancho Ixtt (“teman pekerja”) dan menjabat sebagai misionaris di India utara dan Nepal.

Pastor Lobo, yang ditahbiskan sebagai imam pada Mei silam, berasal dari Mangalore. Sebelum tiba di Mauritania keduanya tinggal di Paris selama tiga bulan untuk belajar bahasa Prancis, salah satu dari sejumlah bahasa yang digunakan di negara Afrika barat itu.

Para imam itu akan tinggal di Kaedi, sebuah kota di Mauritania selatan, hingga Januari 2017. Hingga saat ini, mereka tinggal di Misi Katolik Nouakchott untuk terus meningkatkan bahasa Prancis dan mempelajari budaya dan adat istiadat setempat, kata staf Serikat Pilar kepada ucanews.com.

Tahun 2010, Kongregasi Evangelisasi Vatikan meminta Serikat Pilar untuk mengambil missio sui iuris ( “misi independen”) untuk berpartisipasi lebih dalam misi universal Gereja.

Paus Benediktus XVI di tahun yang sama juga memberikan “status kepausan” bagi Serikat Pilar, 123 tahun setelah didirikan di bekas koloni Portugis itu.

Kesempatan untuk memenuhi permintaan mereka muncul ketika Uskup Martin Happe dari Noaukchott mengunjungi markas Serikat Pilar di Goa dan mengundang mereka untuk membuka misi di keuskupannya.

Umatnya Uskup Happe adalah semua migran karena Mauritania adalah negara Muslim dan tidak memiliki orang-orang Kristen. Misa mingguan dirayakan dalam bahasa Prancis dan bahasa Inggris.

Ada beberapa misi Katolik lainnya yang bertugas di keuskupan. Caritas, lembaga aksi sosial Gereja Katolik, diterima oleh negara itu sebagai mitra pembangunan dan menunjukkan wajah Gereja di Mauritania.

Pusat misi dan paroki mengelola perpustakaan untuk para siswa dan mahasiswa. Para suster dari dua kongregasi juga melayani di rumah sakit, TK dan membantu para difabel.

Pastor Lobo mengatakan dia tidak bisa menolak permintaan untuk pergi ke Afrika.

“Saya bertekad untuk menyeberangi batas-batas demi melayani Tuhan. Saya senang berada di sini.”

Serikat Pilar didirikan tahun 1887 di Goa. Pada saat itu Goa adalah koloni Portugis dan menjadi landasan para misionaris Portugis di Asia.

Serikat itu bertujuan memperkenalkan Yesus kepada semua orang, dan berbagi ajaran-Nya. Karya serikat ini mengangkat sosial dan pembangunan yang tidak terpisahkan dari masyarakat melalui lembaga pendidikan, kegiatan kesejahteraan sosial seperti panti asuhan, pusat kesehatan dan apotik di daerah pedesaan.

Selain beroperasi di berbagai bagian di India, serikat ini memiliki misi dan paroki di Nepal, Inggris, Amerika Serikat, Jerman dan Italia.

Serikat Pilar saat ini memiliki 463 anggota, termasuk 324 imam dan 10 bruder, sementara sisanya adalah skolastik.

Sumber: ucanews.com

 

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pastor China Dipenjara Kasus Pencurian, Umat Mengatakan Dia Dijebak
  2. Diduga Karena Tekanan, Pemerintah Menutup Sebuah Misi Katolik di India
  3. Gempa Meksiko Menewaskan 11 Orang Saat Acara Pembaptisan
  4. Renungan Hari Minggu XXV Tahun A – 24 Sept 2017
  5. Partai Khunto Mundur, Timor-Leste Dipimpin Koalisi Minoritas
  6. Mgr Adrianus Sunarko Ditahbiskan Uskup Pangkalpinang Akhir Pekan Ini
  7. Paus Ingatkan Uskup Jepang agar Tidak Melupakan Martir
  8. Tidak Diperhatikan, Milisi Ancam Tutup Perbatasan RI-Timor Leste
  9. Uskup Hong Kong Beberkan Cara Menghadapi China
  10. Pastor Salesian Ini Mengisahkan Penangkapan dan Pembebasannya
  1. Terima kasih atas masukannya Romo. Salam hangat...
    Said cnindonewsletter on 2017-09-18 16:37:16
  2. Koreksi: Sejak Oktober 2016, Superior Generale CDD bukan lagi R.P. Jhon Cia, ...
    Said Yustinus CDD on 2017-09-18 11:19:22
  3. Suster, perkenalkan saya Dame. Saya berumur 25 tahun dan saya sudah baptis katol...
    Said Parningotanna Dameria Siahaan on 2017-09-15 14:17:52
  4. kalau ada pohon yang tumbang sebab angin kencang, maka jangan salahkan angin yan...
    Said mursyid hasan on 2017-09-13 00:02:54
  5. Salam Kenal Sahabat seiman, Nama sy Antonius, tinggal di Jakarta Indonesia. Sy...
    Said Antonius on 2017-09-10 21:25:14
  6. Selamat siang Romo Indra Sanjaya. Di Wahyu 13:1 kitab deuterokanonik ada salah t...
    Said agus eko on 2017-09-10 14:04:11
  7. Infonya sangat bermanfaat. Semoga umat Katolik makin mencintai kitab suci.......
    Said Deo Reiki on 2017-09-07 08:31:09
  8. Selamat siang, Jika boleh saya meminta nomer telp ibu Angelic Dolly Pudjowati...
    Said Cornellia on 2017-09-04 15:26:00
  9. sejarah masa lalu, yang masih belum jelas keputusan dari Pemerintah, dan belum j...
    Said ANTONIUS NAIBAHO on 2017-09-02 17:16:52
  10. religius sendiri sangat erat kaitannya kepada seluruh kegiatan umat termasuk lin...
    Said ANTONIUS NAIBAHO on 2017-09-02 17:04:35
UCAN India Books Online