UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Para uskup minta doa-doa Hari Peringatan Arwah untuk korban perang narkoba

Nopember 1, 2016

Para uskup minta doa-doa Hari Peringatan Arwah untuk korban perang narkoba

 

Ketika warga Filipina mengenang orang tercinta mereka pada Hari Raya Mengenang Arwah Semua Orang Beriman, para pemimpin Gereja di negara itu menyerukan umat Katolik untuk berdoa bagi mereka yang menjadi korban dalam perang habis-habisan pemerintah melawan narkoba.

Pastor Jerome Secillano dari Kantor Humas Konferensi Waligereja Filipina mengatakan dengan berdoa bagi orang yang meninggal pada Hari Peringatan Arwah adalah “sebuah kewajiban orang Kristen.”

“Terlebih, bagi mereka yang tewas terkait kekerasan,” tambah imam itu.

“Kita berdoa untuk pengampunan dosa-dosa mereka, kita berdoa bagi kedamaian kekal jiwa-jiwa mereka, dan kita berdoa untuk penebusan mereka,” kata Pastor Secillano dalam sebuah wawancara.

Sementara itu, Uskup Agung Jaro Mgr Angel Lagdameo mengakui bahwa Gereja juga “takut dengan besarnya ancaman narkoba.”

“(Kami) dengan rendah hati menerima kekurangan kami berkaitan dengan membina kesadaran dan perilaku umat dalam menghadapi berbagai penyakit sosial,” katanya dalam sebuah pernyataan pastoral pada 30 Oktober.

Uskup Agung Lagdameo mengatakan bahwa sementara ia menegaskan “semangat dan visi” pemerintah terhadap narkoba, “kami juga tegas menyatakan bahwa sebagai Gereja, kami tidak dapat menerima pembunuhan di luar hukum.”

“Kesucian hidup manusia, dalam segala aspeknya, harus ditegakkan,” tulis prelatus dalam keterangannya berjudul “Bebaskan Kekuatan Cinta dan Belarasa.”

Pembunuhan menyerang orang miskin

Namun, pada Hari Peringatan Arwah, keluarga-keluarga yang terkena dampak pembunuhan terkait narkoba tidak bisa menghormati  orang yang tercinta mereka yang dibunuh.

“Banyak yang takut bahwa mereka juga akan menjadi target sementara yang lain tidak punya cukup uang untuk mengambil jenazah dari rumah duka,” kata Gloria Arellano, ketua kelompok miskin perkotaan.

Kebanyakan korban eksekusi berasal dari masyarakat miskin di ibukota Filipina. Ratusan mayat dilaporkan masih berada di rumah duka di Metro Manila.

Arellano mengatakan biaya penguburan orang meninggal juga di luar jangkauan kebanyakan keluarga miskin. Dia mengatakan biaya pemakaman sekitar 1.000 dolar AS atau sekitar 13 juta rupiah (kurs Rp 13.000).

“Ribuan warga Filipina miskin tidak akan dapat mengunjungi makam dari orang yang mereka cintai pada Hari Peringatan Arwah,” katanya.

Kelompok Arellano ini secara vokal menentang pemerintah melakukan “perang melawan narkoba.”

Dia mengatakan perang narkoba pemerintah tersebut “tidak hanya menghukum tersangka, tetapi juga keluarga mereka.”

Sebelumnya Uskup Agung Lingayen-Dagupan Mgr Socrates Villegas menyatakan pihaknya merasa “sedih” dengan perang Duterte melawan narkoba telah mengubah Filipina menjadi “ladang pembunuhan”.

Sejumlah paroki telah mengumumkan bahwa Misa-misa di seluruh negeri itu akan dipersembahkan untuk para korban pembunuhan.

Kepolisian Nasional Filipina telah melaporkan 2.766 pembunuhan oleh warga hingga 23 Oktober.

Sumber: ucanews.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi