Membedah dan mencegah mentalitas serta perilaku koruptif

02/11/2016

Membedah dan mencegah mentalitas serta perilaku koruptif thumbnail

Adnan Topan Husodo, koordinator ICW.

 

Membedah dan mencegah mentalitas serta prilaku koruptif menjadi tema garapan hari studi para uskup. Studi yang diagendakan selama 3 hari pertama dari 11 hari sidang tahunan para uskup 31 Oktober- 10 November 2016.

Tujuan dari hari studi sebagaimana tertulis dalam lembaran Term of Reference yang disiapkan oleh panitia sidang adalah melakukan penyadaran tentang kejahatan korupsi, menggali akar-akar mentalitas dan prilaku koruptif, membangun sistem pelayanan publik yang mampu meminimalisasi atau menghilangkan mentalitas dan perilaku koruptif, serta menciptakan dan memperbanyak gerakan-gerakan anti-korupsi di kalangan umat dan masyarakat akar rumput.

Di hari kedua sidang ini, peserta sidang yang terdiri dari bapak Kardinal, para Uskup, Administrator Diosesan Keuskupan Agung Semarang dan Vikjen Keuskupan Pakalpinang serta 3 orang Uskup emeritus, menerima masukan dari praktisi anti-korupsi yakni Indonesian Corruption Watch (ICW) dan EHEM.

ICW sebagaimana kita tahu bersama adalah lembaga nirlaba yang terdiri dari sekumpulan orang yang memiliki komitmen untuk memberantas korupsi melalui usaha-usaha pemberdayaan rakyat untuk terlibat/berpartisipasi aktif melakukan perlawanan terhadap praktik korupsi. ICW lahir di Jakarta pada tanggal 21 Juni 1998 di tengah-tengah gerakan reformasi yang menghendaki pemerintahan pasca Soeharto yang demokratis, bersih dan bebas korupsi.

1102d

Justina Rostiawati (duduk) dan Royani Ping.

 

Sedangkan EHEM  seperti yang telah kami publis pada tulisan sebelumnya adalah kata bahasa Tagalog untuk ‘berdehem’ yang biasa kita lakukan untuk menegur seseorang melalui bahasa tubuh manakala dia berbuat salah.

Dalam pemaparannya Adnan Topan Hosodo dari ICW menguraikan upaya konkrit dari lembaga independen ini mengawasi lemabaga-lembaga Negara dan menganalisa kenyataan korupsi di Indonesia dari waktu ke waktu. Topan juga menguraikan bagaimana ICW mengedukasi masyarakat.

Menyingggung tentang perkembangan korupsi sampai saat ini, Topan menilai bahwa upaya pemberantasan korupsi masih fokus pada aspek belanja negara, sedangkan aspek penerimaan negara kurang diperhatikan.

Di sisi lain, aktor korupsi juga bukan hanya dipihak pemerintah, korupsi di pihak swasta juga semakin berkembang. Topan juga menyoroti kebijakan desentralisasi menjadi salah satu pemicu praktek korupsi menyebar sampai ke daerah.

Setelah mendapat masukan dari dua narasumber ini, peserta sidang masuk dalam diskusi kelompok. Ada 5 kelompok diskusi berdasarkan regio gerejani. Tiga pertanyaan yang disampaikan tim SC sebagai panduan diskusi para uskup. Pertanyaan bertolak dari sebab-sebab utama terjadinya korupsi di masyarakat dan lingkungan Gereja, peluang dan kondisi macam apa yang menyebabkan terjadinya korupsi, serta pola-pola korupsi seperti apa yang selama ini ada dalam masyarakat dan lingkungan Gereja.

RD. Kamilus Pantus, sekretaris eksekutif Komisi Komsos KWI

Sumber: mirifica.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  2. Menciptakan peradaban cinta di Keuskupan Agung Semarang
  3. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  4. Umat ​​Katolik Laos siap mengikuti AYD di Yogyakarta
  5. Tidak ada perdamaian di Kashmir, bahkan selama Ramadan
  6. Kardinal Quevedo mengaitkan konflik dengan kemiskinan
  7. HRW tuduh polisi Filipina memalsukan data ‘pembunuhan perang narkoba’
  8. Gereja dan LSM di NTT membantu orang dengan HIV
  9. Uskup Macau bertemu dengan uskup China yang tidak diakui Vatikan
  10. Biarawati China mogok makan menuntut kompensasi setelah tarekat dibubarkan
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online