UCAN Indonesia Catholic Church News

Sekolah di Purwakarta sediakan fasilitas ibadah semua agama

03/11/2016

Sekolah di Purwakarta sediakan fasilitas ibadah semua agama thumbnail

Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berada di depan ruang Vihara Buddha yang ada di SMP Yos Soedarso Purwakarta, Selasa, 1 November 2016. TEMPO/Nanang Sutisna

 

Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menyiapkan fasilitas ibadah yang setara bagi seluruh siswa pemeluk agama di setiap sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA dan sederajat.

“Ya, semua pemeluk agama mendapatkan hak yang sama,” kata Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, seperti dilansir Tempo.co, Selasa petang, 1 Nopember 2016.

Dedi mengungkapkan, meskipun di satu sekolah hanya ada satu siswa yang memeluk agama berbeda maka sekolah akan menyediakan tempat ibadah bagi dia. Misalnya, di sekolah yang mayoritas Islam terdapat satu siswa beragama Katolik maka sekolah akan menyediakan tempat ibadahnya.

Begitu pula sebaliknya, di sekolah Katolik jika ada yang beragama Islam dan Hindu hanya satu, akan tetap disediakan ruang ibadahnya.

“Mengakomodir keberagaman agama di dunia pendidikan itu menjadi tanggung jawab pemerintah,” jelas Dedi. “Tujuannya, supaya anak-anak sejak dini belajar melakukan toleransi yang damai dan indah.”

Penyediaan tempat ibadah yang disiapkan itu, ujar Dedi, sebenarnya tidak susah. “Cukup dengan menyulap ruangan kelas yang ada,” tutur bupati yang dinominasikan mendapatkan penghargaan pengelola daerah paling toleran terbaik di Indonesia versi Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB itu.

Dedi mengungkapkan, gagasan memberikan ruang yang sama kepada seluruh pemeluk agama dalam mendapatkan hak dasarnya di dunia pendidikan itu, tiada lain sebagai kelanjutan dari implementasi pendidikan berkarakter yang diberlakukannya sejak 2008.

Awalnya, para siswa beragama Islam diminta mendawamkan atau membiasakan diri melakukan ritual salat dhuha dan mengaji Alquran bersama setiap hari sebelum masuk sekolah dan memulai jam belajar.

“Nah, sekarang, kami ingin siswa pemeluk agama lain pun melakukan ritual agamanya di jam yang sama dan dilakukan di sekolah,” tutur Dedi.

Jam pengamalan ritual keberagaman agama tersebut dimulai jam 06.00 hingga 06.30. Bahkan, jika ada siswa yang memeluk ajaran keyakinan leluhur, semisal Sunda Wiwitan atau Kejawen, dia pun siap menyediakan fasilitasnya.

Pemerintah Kabupaten Purwakarta akan menyediakan guru buat semua pemeluk agama untuk membimbing para siswa dalam mengkaji kitab suci agama masing-masing.

“Pokoknya pendidikan dan pengajaran agama secara khusus dan yang sesuai kurikulum akan bersinergi dengan baik,” ujar Dedi.

Kepala Sekolah SMPN 1 Purwakarta, Heri Wijaya, mengapresiasi penujukan sekolahnya sebagai proyek percontohan program keberagaman agama yang berorientasi menciptakan suasana saling menghargai agama dan kepercayaan yang dianut oleh para siswanya.

“Kebetulan, ruang peribadatan dan para guru ruhaninya sudah ada semuanya. Jadi, kami sangat siap untuk melaksanakannya,” ujar Heri.

Tokoh Katolik Purwakarta, Zakarias Kayus, menyambut baik kebijakan keberagaman agama di sekolah tersebut. “Saya pikir ini yang pertama di Indonesia,” ujarnya.

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pastor China Dipenjara Kasus Pencurian, Umat Mengatakan Dia Dijebak
  2. Diduga Karena Tekanan, Pemerintah Menutup Sebuah Misi Katolik di India
  3. Gempa Meksiko Menewaskan 11 Orang Saat Acara Pembaptisan
  4. Renungan Hari Minggu XXV Tahun A – 24 Sept 2017
  5. Partai Khunto Mundur, Timor-Leste Dipimpin Koalisi Minoritas
  6. Mgr Adrianus Sunarko Ditahbiskan Uskup Pangkalpinang Akhir Pekan Ini
  7. Paus Ingatkan Uskup Jepang agar Tidak Melupakan Martir
  8. Tidak Diperhatikan, Milisi Ancam Tutup Perbatasan RI-Timor Leste
  9. Uskup Hong Kong Beberkan Cara Menghadapi China
  10. Pastor Salesian Ini Mengisahkan Penangkapan dan Pembebasannya
  1. Terima kasih atas masukannya Romo. Salam hangat...
    Said cnindonewsletter on 2017-09-18 16:37:16
  2. Koreksi: Sejak Oktober 2016, Superior Generale CDD bukan lagi R.P. Jhon Cia, ...
    Said Yustinus CDD on 2017-09-18 11:19:22
  3. Suster, perkenalkan saya Dame. Saya berumur 25 tahun dan saya sudah baptis katol...
    Said Parningotanna Dameria Siahaan on 2017-09-15 14:17:52
  4. kalau ada pohon yang tumbang sebab angin kencang, maka jangan salahkan angin yan...
    Said mursyid hasan on 2017-09-13 00:02:54
  5. Salam Kenal Sahabat seiman, Nama sy Antonius, tinggal di Jakarta Indonesia. Sy...
    Said Antonius on 2017-09-10 21:25:14
  6. Selamat siang Romo Indra Sanjaya. Di Wahyu 13:1 kitab deuterokanonik ada salah t...
    Said agus eko on 2017-09-10 14:04:11
  7. Infonya sangat bermanfaat. Semoga umat Katolik makin mencintai kitab suci.......
    Said Deo Reiki on 2017-09-07 08:31:09
  8. Selamat siang, Jika boleh saya meminta nomer telp ibu Angelic Dolly Pudjowati...
    Said Cornellia on 2017-09-04 15:26:00
  9. sejarah masa lalu, yang masih belum jelas keputusan dari Pemerintah, dan belum j...
    Said ANTONIUS NAIBAHO on 2017-09-02 17:16:52
  10. religius sendiri sangat erat kaitannya kepada seluruh kegiatan umat termasuk lin...
    Said ANTONIUS NAIBAHO on 2017-09-02 17:04:35
UCAN India Books Online