Para Uskup Korea kecam skandal politik presiden

04/11/2016

Para Uskup Korea kecam skandal politik presiden thumbnail

Choi Soon-Sil (tengah) dikawal ketika ia tiba di Seoul Central District Prosecutor's Office pada 31 Oktober.

 

Komisi Keadilan dan Perdamaian Konferensi Waligereja Korea telah mengecam skandal korupsi yang menggempar politik Korea.

Peringkat Presiden Park Geun-hye terpuruk setelah terungkap kabar bahwa temannya, Choi Soon-sil, memanipulasi untuk mendapatkan akses ke dokumen-dokumen rahasia dan diduga menggelapkan dana melalui yayasan non-profit.

Sejak presiden itu menggantikan dia sebagai menteri utama, menteri keuangan dan keselamatan publik pada 1 November, namun rakyat masih menginginkan presiden itu mundur.

Para uskup juga menyikapi klaim korupsi dalam pernyataan yang dirilis 1 November, yang meminta Park bertanggung jawab atas skandal tersebut, bertobat dan menghormati kehendak rakyat Korea Selatan yang saat ini marah.

Dalam pernyataan itu, para uskup meminta Park bertanggung jawab atas kerusakan yang dilakukan demi demokrasi Korea.

“Kekuatan politik dari sebuah negara demokrasi berasal dari rakyatnya. Intervensi dari kekuatan rahasia dalam pemerintahan adalah tindakan anti-konstitusional,” kata pernyataan itu.

Komisi itu juga menuntut penyelidikan yang adil dan menyeluruh.

“Ini adalah prioritas untuk berpihak pada hukum dan menormalkan urusan negara untuk mendapatkan kembali kepercayaan rakyat,” tambah pernyataan itu.

Seruan para profesor dari universitas Katolik

Para profesor dari universitas-universitas Katolik di Korea Selatan juga merilis sebuah pernyataan yang mengkritik skandal belum pernah terjadi sebelumnya.

Dalam pernyataan yang ditandatangani oleh 107 dosen, mereka menyerukan Park untuk mengundurkan diri.

“Urusan Negara bergantung pada (Choi) dan dia menggunakan kekuatan negara untuk melayani kelompok bantuan swasta yang serakah. Park harus mundur dari jabatannya,” kata pernyataan para professor tersebut.

Para seminaris dari Universitas Katolik Suwon, Universitas Katolik Pusan dan Universitas Katolik Incheon juga merilis pernyataan serupa.

Choi, putri seorang pemimpin sekte agama tertentu, Choi Tae-min, masih ditahan atas tuduhan mempengaruhi sesuatu yang tidak pantas dalam urusan negara. Sebuah penyelidikan sedang berlangsung bahkan saat ribuan pemrotes berunjuk rasa di Seoul menyerukan presiden itu mundur.

Park telah menerima pengunduran diri dari delapan pembantu utamanya pada akhir pekan lalu. Polisi telah menahan dua pembantunya dan menggerebek delapan bank terkait dengan kontroversi.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online