Doa bersama lintas agama digelar dalam rangka Hari Pahlawan

07/11/2016

Doa bersama lintas agama digelar dalam rangka Hari Pahlawan thumbnail

Pastor Yohanes Rusae sedang membacakan doa yang didampingi oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa dan para tokoh lintas agama. (Foto: merahputih.com)

 

Tokoh-tokoh yang mewakili lima agama – Buddha, Hindu, Islam, Katolik, dan Protestan – membacakan doa untuk para pahlawan bangsa pada jalan sehat dan pentas seni dalam rangkaian kegiatan Hari Pahlawan 2016.

Para tokoh lintas agama tersebut membacakan doa dengan tata cara agama masing-masing di arena Hari Bebas Kendaraan Bermotor di kawasan Bunderan HI, Jakarta, Minggu (6/11).

Doa lintas agama ini dipimpin oleh Islam diwakili oleh Wakil Imam Besar Masjid Istiqlal Syarifuddin Muhammad, Protestan diwakili oleh Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI)  Pendeta Hendrieta Hutabarat, Katolik diwakili oleh Sekretaris Komisi Liturgi Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Pastor Yohannes Rusae, Hindu diwakili oleh I Mangku Wayan Sudharma dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), dan Buddha diwakili oleh Wali Umat Budha Indonesia (Walubi) Pandhita Madya Effendi.

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawangsa menyampaikan, tujuan diselenggerakannya doa bersama lintas agama ini sebagai alat perekat bangsa dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November mendatang.

“Jadi ini sebagai bagian dari ikhtiar kebersamaan seluruh warga bangsa, kebersamaan diantara seluruh tokoh-tokoh umat di Indonesia. Ada kebersamaan ada persatuan,” ujar Khofifah di lokasi.

Oleh karena itu, katanya, warga masyarakat satu sama lain harus menunjang demi rekatnya persatuan dan kesatuan. Ia pun berharap doa bersama ini menjadi proses reflektif seluruh warga Indonesia sebagai sebuah bangsa.

“Bahwa bangsa ini hadir karena pengorban dan perjuangan, para pahlawan. Ketika diperingati, maka kita lakuklan refleksi bagaimana mengisi kemerdekaan ini,” katanya.

Khofifah menjelaskan, sejak 3 tahun lalu pihaknya memperingati Hari Pahlawan selalu dengan doa bersama. Tidak hanya itu, elemen masyarakat pun dilibatkan dengan acara jalan sehat seperti yang dilakukan tahun ini di kawasan CFD.

 

 

One Comment on "Doa bersama lintas agama digelar dalam rangka Hari Pahlawan"

  1. Doa bersama lintas agama digelar dalam rangka Hari Pahlawan – URAKAT NTT on Tue, 8th Nov 2016 7:59 am 

    […] Sumber […]




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  2. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  3. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  4. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  5. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  6. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  7. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  8. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  9. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  10. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
UCAN India Books Online