Lebih dari setengah warga India yang dipenjara adalah kelompok marjinal, Muslim

09/11/2016

Lebih dari setengah warga India yang dipenjara adalah kelompok marjinal, Muslim thumbnail

 

Lebih dari setengah warga India yang dipenjara adalah orang-orang dari kelompok marjinal dan mereka yang memiliki uang bisa bebas dari sistem hukum, demikian para pemimpin Gereja dan aktivis.

Sekitar 55 persen dari mereka yang dipenjara tahun 2015 baik warga Muslim, orang Dalit atau orang suku, menurut informasi dari Biro Catatan Kejahatan Nasional yang dirilis pada Oktober.

Kelompok-kelompok ini memiliki 39 persen dari total penduduk India, menurut data sensus.

Laporan Biro Catatan Kejahatan Nasional menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen dari 282.076 orang dipenjara tahun 2015 tidak selesai pedidikan kelas X.

“Belum tentu bahwa orang-orang dari masyarakat terpinggirkan melakukan lebih banyak kejahatan,” kata Pastor Z. Devasagaya Raj, sekretaris Kantor Dalit dan Masyarakat Adat Konferensi Waligereja India.

“Jelas bahwa jumlah mereka lebih besar karena buta huruf dan kemiskinan yang membuat mereka tidak memahami hukum,” katanya.

Data tersebut juga menunjukkan bahwa sebagian besar orang harus menghabiskan lebih tiga bulan penjara sebelum mereka memberikan jaminan.

“Siapa yang punya waktu untuk mendengar penderitaan orang miskin? Mereka hanya hidup pada belas kasihan Allah,” kata Muhammad Arif, ketua Pusat Kerukunan dan Perdamaian.

Ada sejumlah kasus polisi menangkap orang-orang dari kelompok-kelompok tersebut  dan mencap mereka sebagai kriminal, tambah Arif.

Pastor Raj mengatakan ada kemungkinan jumlah orang tak bersalah akan lebih tinggi akan dihukum jika mereka tidak memiliki bantuan hukum.

Rameshwar Oraon, ketua Komisi Nasional untuk Suku Terjadwal mengatakan bahwa “alasan terbesar” mengapa kelompok Dalit, Muslim dan masyarakat adat yang tidak proporsional di penjara India karena mereka kurang berpendidikan.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Delegasi India ingin berbagi pengalaman iman di AYD Yogyakarta
  2. Surat Dari Roma: Pemecatan prefek Kongregasi Ajaran Iman
  3. Aktivis kecam Jokowi terkait perintah menembak penyelundup norkoba
  4. PM Singapura ingatkan ancaman kelompok ekstrimis
  5. Warga Timor-Leste inginkan koalisi pemerintahan yang pro-rakyat
  6. Kardinal Zen kritik pengadilan yang mendiskualifikasi anggota parlemen
  7. Pendukung Mgr Hubertus Leteng meminta umat membela uskup
  8. Paus sumbang €25.000 untuk membantu warga di Afrika Timur
  9. Setelah kelompok teroris, ini target serangan Duterte berikutnya
  10. India memberikan pelatihan bagi jutaan PRT
  1. Setuju Aurel....Gereja semestinya menjadi teladan dalam transparansi dan akuntab...
    Said puji astuti on 2017-07-26 15:28:50
  2. Biarin aja dah bapak pastor terhormat. Gk usa ikut campur. Langakh yang bagus ka...
    Said Narfin on 2017-07-26 15:12:19
  3. Sebagai awam Katolik saya sangat prihati dengan kemelut yang tengah terjadi di ...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-07-26 07:00:27
  4. Syalom, semua saudara. Tolong baca baik-baik, Pal Alex Marwata tidak mengatakan ...
    Said Aurel on 2017-07-24 16:04:09
  5. KPK ingin audit Gereja ? Gak salah, ada udang dibalik batu, ada unsur politik bs...
    Said Bonbon on 2017-07-23 21:19:37
  6. KPK tentunya tak berwenang mengaudit keuangan lembaga agama seperti gereja karen...
    Said Willy Nggadas on 2017-07-23 16:22:59
  7. Apapun undang-undangnya, soal perbuatan baik dalam hal ini gereja bebas korupsi...
    Said Alexander on 2017-07-23 07:02:14
  8. Good morning...
    Said Bienvenhu on 2017-07-23 05:19:23
  9. Pandangan yg rasional bila keterbukaan itu di mulai dari Gereja Katolik seperti ...
    Said Matias on 2017-07-22 21:51:12
  10. Sudah saatnya gereja accountable. https://www.naulinovation.com:8443/onebody/...
    Said Leonard on 2017-07-22 17:15:48
UCAN India Books Online