UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Pedoman kremasi Vatikan bertentangan dengan kebijakan di Taiwan

Nopember 9, 2016

Pedoman kremasi Vatikan bertentangan dengan kebijakan di Taiwan

 

Pedoman baru Vatikan mengenai kremasi dapat menimbulkan dilema bagi Gereja di Taiwan karena “pemakaman ramah lingkungan alami” mendapat popularitas melalui promosi aktif oleh pemerintah.

Dengan lokasi pemakaman di sebuah pulau, Taiwan telah mendorong orang untuk mengkremasi orang meninggal dan membuang abunya ke alam. Tapi, Vatikan ingin umat Katolik memakamkan.

“Abu kremasi tidak diizinkan untuk dibuang di udara, di bumi, di air atau dengan cara lain,” kata dokumen Vatikan, Ad resurgendum cum Christo (Bangkit Bersama Kristus), dirilis pada 25 Oktober.

Gereja menegaskan bahwa jenazah diperlakukan dengan hormat dan dikuburkan di tempat yang disucikan. Gereja lebih memilih pemakaman di dalam tanah, menerima kremasi sebagai pilihan, tapi melarang menaburkan abu atau menyimpan di rumah.

Di Taiwan, pemerintah saat ini sedang mempromosikan beberapa jenis pemakaman alami, orang disarankan membuang sisa-sisa abu kremasi di antara pohon-pohon, taman bunga atau ke laut.

Pada Mei tahun ini, 29 lokasi pemakaman umum dan dua di luar telah dialokasikan sebagai situs untuk “pemakaman alami ramah lingkungan,” melayani lebih dari 20.000 orang, kata Kementerian Dalam Negeri kepada ucanews.com.

Sejak pemerintah mulai kampanye mereka tahun 2002 untuk mengurangi jumlah makam di pulau itu, lebih dari 16.000 orang telah mengadopsi metode pemakaman alternatif, seperti pemakaman abu di pohon atau di taman bunga, menurut media lokal.

Jumlah pemakaman alternatif tahun 2016 diharapkan naik 25 persen lebih dari tahun lalu, rekor tertinggi sejak kampanye itu dimulai.

Pastor Otfried Chan, sekjen Konferensi Waligereja Taiwan, mengatakan bahwa Kongregasi Ajaran Iman Vatikan hanya berpijak pada doktrin daripada melihat sesuatu dari sudut pandang budaya atau ekonomi.

Bagi umat Katolik, pilihan terbaik adalah pemakaman sementara kremasi “adalah pilihan” untuk negara-negara Asia yang sangat padat penduduknya, kata Pastor Chan.

Imam itu menambahkan bahwa Konferensi Waligereja Taiwan akan membahas pedoman tersebut pada pleno berikutnya dan “mungkin merilis dokumen lokal untuk menjelaskan instruksi baru.”

Bagi Vatikan, “pemakaman merupakan cara yang paling tepat untuk mengungkapkan iman dan harapan akan kebangkitan badan.”

Namun, Gereja tidak melarang kremasi “kecuali itu adalah pilihan.”

Sumber: ucanews.com

 

One response to “Pedoman kremasi Vatikan bertentangan dengan kebijakan di Taiwan”

  1. Raymond says:

    Gereja Katolik memperbolehkan Pemakaman di laut(sea burial). Dengan cara menenggelamkan abu jenazah di dalam guci/container ke dalam laut.Bukan disebar abunya. Jadi kalo pake guci/biogradable urn juga boleh menurut gereja Katolik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi