Badan bantuan Katolik menghormati para pahlawan topan

10/11/2016

Badan bantuan Katolik menghormati para pahlawan topan thumbnail

 

Biro aksi sosial para uskup Filipina mengakui heroisme 27 korban topan Haiyan pada 8 November yang melanda bagian tengah negara itu pada November 2013.

“Orang-orang dari berbagai komunitas ini berada di daerah yang hancur setelah dihantam ¬†(Haiyan), mereka ¬†adalah pahlawan tanpa tanda jasa karena membantu masyarakat untuk pulih dan membangun kembali hidup mereka dengan lebih baik,” kata Pastor Edwin Gariguez, ketua Karitas Filipina.

“Para pahlawan” ini diberikan pengakuan atas kontribusi mereka kepada masyarakat saat topan dahsyat dan selama operasi bantuan serta rehabilitasi dilakukan oleh Gereja Katolik.

“Masih banyak kisah kepahlawanan tak terhitung jumlahnya dan ketahanan hidup orang-orang yang selamat,” kata Pastor Gariguez, seraya menambahkan bahwa Haiyan mengajarkan orang tentang “pelajaran mengenai iman, harapan dan kasih.

Karitas Filipina, biro aksi sosial Konferensi Waligereja Filipina, telah menjalankan program rehabilitasi tiga tahun di sembilan provinsi yang paling parah akibat Haiyan.

Saat ini, kelompok itu, dengan bantuan organisasi-organisasi anggota Caritas Internationalis, telah menyalurkan bantuan sekitar 94 juta dolar AS kepada lebih dari 1,8 juta orang terkena dampak topan.

“Kami memastikan pengeluaran transparan dan jujur sedang dilakukan di semua tingkat melalui pemantauan berkala, evaluasi dan audit dari perusahaan audit internasional,” kata Pastor Gariguez.

Keterlibatan Caritas Filipina mencakup bantuan dan fase pemulihan di daerah yang terkena, seperti penyediaan tempat penampungan yang tahan bencana, fasilitas air dan sanitasi, bantuan mata pencaharian, dan infrastruktur lainnya seperti sekolah dan pusat-pusat evakuasi.

Kegiatan tersebut termasuk promosi kesehatan, lokakarya, pelatihan pengurangan risiko bencana.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  2. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  3. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  4. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  5. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  6. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  7. Gereja dibakar, darurat militer diumumkan di Mindanao
  8. Calon imam SVD mengajar di Pondok Pesantren
  9. Uskup Filipina menyamar jadi petani untuk melihat kegiatan paroki
  10. Umat Katolik Pakistan marah atas pembatasan media sosial
  1. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  2. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  3. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  4. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  5. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  6. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  7. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  8. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
  9. Ingat kita di Indonesia. Semua mayoritas dan minoritas. Ketika ada pihak mengkla...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:43:38
  10. Pro Ecclecia et patria! Demi bangsa kita juga harus tegas menghadapi kekuatan ra...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:35:34
UCAN India Books Online