Presiden harap Ormas Islam tetap bersatu dalam kebhinnekaan

10/11/2016

Presiden harap Ormas Islam tetap bersatu dalam kebhinnekaan thumbnail

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan sejumlah pimpinan organisasi masyarakat (Ormas) Islam di Istana Merdeka, Jakarta, hari Rabu (9/11).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga berterima kasih kepada seluruh Ormas Islam yang telah memberikan pernyataan dan ajakan yang mampu mendinginkan suasana sehingga aksi demonstrasi pada 4 November lalu dapat berlangsung dengan tertib dan damai.

Presiden menyadari betul bahwa pihaknya membutuhkan bantuan dan dukungan dari para ulama dalam upayanya menciptakan kerukunan di kalangan masyarakat.

“Memang saat ini kita memerlukan statement-statement ulama yang menyejukkan, yang mendinginkan, di tengah berbagai isu dan ujaran-ujaran yang sebetulnya justru malah mempertajam perbedaan di umat dan di masyarakat,” katanya.

Di hadapan para pimpinan Ormas Islam tersebut, Presiden menyampaikan bahwa meskipun tidak menemui secara langsung para pengunjuk rasa, ia menghargai dan mendengarkan dengan sungguh-sungguh segala aspirasi yang disampaikan oleh sejumlah perwakilan pengunjuk rasa.

Adapun aspirasi tersebut disampaikan kepada Presiden Joko Widodo melalui Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah anggota Kabinet Kerja lainnya yang memang sebelumnya diinstruksikan Presiden untuk hadir menerima perwakilan pengunjuk rasa.

Presiden juga mengharapkan adanya masukan-masukan dari para pimpinan Ormas Islam yang hadir mengenai kebijakan-kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan kasus dugaan penistaan agama yang lalu dan juga kebijakan-kebijakan pemerintah lainnya.

Presiden Joko Widodo berharap agar bersama dengan pemerintah dapat terjalin ukhuwah yang lebih erat serta mampu menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu hidup rukun dan damai dalam keberagaman.

“Saya harap kita bisa tetap bersatu dalam kebhinnekaan kita, tetap bersatu dalam persaudaraan, bersatu dalam kebersamaan, dan kita akan jadikan ini contoh dunia bahwa membangun masyarakat yang bisa hidup rukun dan damai dalam keberagaman,” kata Presiden.

Tak akan Lindungi Ahok

Dalam pertemuan itu, Presiden Joko Widodo sekali lagi menegaskan komitmennya untuk menegakkan hukum secara adil dengan tidak mengintervensi proses hukum.

Presiden juga menyatakan dengan tegas dan jelas bahwa tidak akan melindungi petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang saat ini tengah menjalani proses hukum terkait dugaan penistaan agama.

“Pada sore hari ini saya tegaskan sekali lagi, saya tidak akan pernah mengintervensi apalagi melindungi saudara Basuki Tjahaja Purnama saat proses hukum ini sedang berjalan,” tegas Presiden.

Presiden juga memberikan jaminan bahwa proses hukum tersebut tidak akan ditutup-tutupi dari publik agar ke depan tak timbul dugaan-dugaan dan kecurigaan. Presiden juga telah memerintahkan Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian untuk menjadikan gelar perkara kasus dugaan penistaan agama dilakukan secara terbuka bila dimungkinkan secara hukum.

Pertemuan yang berlangsung selama  satu jam tersebut dihadiri oleh sejumlah pimpinan Ormas Islam yang di antaranya ialah KH. Abdullah Jaidi dari Al Irsyad Al Islamiyah, Yusnar Yusuf dari Jamiyatul Washliyah, Ahmad Satori Ismail dari Ikadi, H. Basri Armanda dari Perti.

Kemudian tampak Habib Nabil Al Musawa dari Majelis Rasulullah, Hamdan Zoelva dari Syarikat Islam, Khofifah Indar Parawansa dari Muslimat NU, dan Usamah Hisyam dari Parmusi. Adapun Presiden Joko Widodo sendiri saat itu didampingi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. (Setpres)

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online