Paus menunjuk uskup koajutor baru untuk Hong Kong

16/11/2016

Paus menunjuk uskup koajutor baru untuk Hong Kong thumbnail

Uskup Koajutor Michael Yeung Ming-cheung.

 

Paus Fransiskus telah menunjuk Uskup Auksilier Michael Yeung Ming-cheung sebagai Uskup Koajutor Keuskupan Hong Kong dengan hak otomatis untuk menggantikan Kardinal John Tong Hon.

Sekitar 1.000 umat Katolik pertama mendengar berita tersebut di Katedral Hati Santa Maria Tak Bernoda pada Misa penutupan perayaan Tahun Luar Biasa Kerahiman Allah pada 13 November.

Kepada umat Katolik, Uskup Yeung, 71, mengatakan dia bersyukur karena memiliki dua pendahulunya yang berdiri “seperti dua pohon besar yang menawarkan tempat penampungan” saat badai menghantam masyarakat Hong Kong.

Hong Kong memiliki suasana yang terbeban politik karena bentrokan antara aktivis pro-demokrasi, pemerintah daerah, dan Beijing. Perselisihan itu mulai dengan Gerakan Payung tahun 2014.

Suasana itu telah menyebar ke Gereja-gereja Kristen.  Orang muda Kristen tidak puas dengan pemimpin mereka melakukan rekonsiliasi dengan rezim komunis Tiongkok.

Sementara sejumlah umat Katolik di Hong Kong melihat Uskup Yeung sebagai seorang moderat, ada yang melihat dia sebagai pro-Beijing atau terlalu lunak terhadap rezim Tiongkok.

Pada halaman Facebook Kung Kao Pao, mingguan keuskupan itu, puluhan anggota Gereja memberikan komentar setelah pengumuman tersebut. Mereka mengatakan “Uskup Yeung Ming-cheung tidak mewakili saya.”

Sejumlah umat menyatakan “kekecewaan yang mendalam”, sementara yang lain mendorong umat untuk meneladani Bunda Maria yang taat kepada kehendak Allah.

Video tentang pengumuman pengangkatan Uskup Auksilier Michael Yeung Ming-cheung sebagai Uskup Koajutor Keuskupan Hong Kong.

 

Uskup Yeung menghindari kontroversi dalam pidatonya dan memuji kebijaksanaan Kardinal Joseph Zen Ze-kiun sebagai “anugerah Tuhan” dan ia bersaksi bahwa “Kardinal John Tong Hon mengajarkan saya mencintai budaya Cina, mengasihi orang-orang Tiongkok dan mencintai Gereja.”

Tentang peran ke depan dalam memimpin keuskupan, ia mengatakan kepada ucanews.com, “Saya adalah asisten Kardinal Tong.  Saya akan mengikuti dia seperti yang telah saya lakukan.”

Mengenal Uskup Yeung selama 30 tahun, Anthony Lam Sui-ki, peneliti senior Pusat Studi Roh Kudus Keuskupan Hong Kong, mengatakan kepada ucanews.com bahwa “Takhta Suci tahu usia dan kondisi kesehatannya. Mereka harus menganggap masalah ini dan percaya kepadanya menjadi calon yang cocok.”

“Uskup koajutor baru ini adalah seorang yang memiliki tanggung jawab yang besar dan tegas dengan prinsip-prinsipnya.

Dia lulus dari sekolah jurnalisme sehingga ia tahu bagaimana menggunakan media dengan cara yang sehat untuk mengimbangi kebisingan,” tambah Lam.

Mengenai pensiun, Kardinal Tong mengatakan kepada ucanews.com bahwa dia akan menunggu pemberitahuan lebih lanjut dari Takhta Suci.

Hong Kong kini memiliki dua kardinal, salah satu uskup koajutor dan satu uskup auksilier yang melayani 374.000 umat Katolik Cina dan 189.000 umat Katolik asing.

1116b

Uskup Koajutor Michael Yeung dari Hong Kong (tengah) dan para imam menutup Tahun Luar Biasa Kerahiman Allah di Hong Kong pada 13 November.

 

Baca selengkapnya: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online