Bom gereja di Samarinda, lima orang jadi tersangka

17/11/2016

Bom gereja di Samarinda, lima orang jadi tersangka thumbnail

Aksi seribu lilin di Budaran Hotel Indonesia, Jakarta.

 

Lima orang dijadikan tersangka pascakasus terorisme peledakan bom molotov di depan Gereja Oikumene di Jl Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Lo Janan Ilir, Samarinda, Kaltim, Minggu (13/11).

”Hari ini, di Samarinda, lima orang positif jadi tersangka termasuk (pelaku pelemparan bom) Juhanda. Jumlah yang diamankan hingga kemarin memang ada 21 orang, tapi dari jumlah itu lima orang sudah positif tersangka,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri Kamis (17/11), seperti dilansir beritasatu.com.

Untuk 16 orang lainnya belum jadi tersangka. Polisi masih punya waktu untuk menentukan status mereka karena masih ada waktu tersisa dari 7 x 24 jam. Boy tidak menjelaskan identias empat tersangka lainnya.

”Soal (bom molotov di vihara di) Singkawang, Kalbar, juga dilakukan pengejaran. Tim satgas khusus yang dibuat Polda dan di-back up Mabes Polri mengejar pelakunya. Ada orang atau pihak tertentu yang menginginkan adanya semacam ketidaknyamanan dalam masyarakat,” tambah Boy.

Juhanda alias MAK (32), yang beralamat di Jl. Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Samarinda Seberang adalah pelaku lama dalam kasus bom di Serpong dan bom buku. Dia juga mantan napi kelompok Pepy Fernando yang sekarang bergabung dengan Jamaah Anshar Daulah (JAD).

Bom di Gereja Oikumene ini menyebabkan satu dari empat Balita meninggal dunia. Balita yang meninggal dunia atas nama Intan Marbun (2,5 tahun). Korban adalah salah seorang Anak Sekolah Minggu HKBP Samarinda Seberang Resort Merak Samarinda Kota.




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  2. Menciptakan peradaban cinta di Keuskupan Agung Semarang
  3. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  4. Umat ​​Katolik Laos siap mengikuti AYD di Yogyakarta
  5. Tidak ada perdamaian di Kashmir, bahkan selama Ramadan
  6. Kardinal Quevedo mengaitkan konflik dengan kemiskinan
  7. HRW tuduh polisi Filipina memalsukan data ‘pembunuhan perang narkoba’
  8. Gereja dan LSM di NTT membantu orang dengan HIV
  9. Uskup Macau bertemu dengan uskup China yang tidak diakui Vatikan
  10. Biarawati China mogok makan menuntut kompensasi setelah tarekat dibubarkan
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online