Manfaatkan Kamus Istilah Keagamaan untuk hindari kekeliruan pahami agama

22/11/2016

Manfaatkan Kamus Istilah Keagamaan untuk hindari kekeliruan pahami agama thumbnail

 

Di Indonesia terdapat enam agama yang diakui oleh negara, yaitu Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Masing-masing agama tentu memiliki istilah keagamaan yang sifatnya spesifik. Untuk menghindari kesalahan pemaknaan terhadap istilah-istilah keagamaan tersebut Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan LKK) membuat sebuah Kamus Istilah Keagamaan (KIK).

KIK pada dasarnya merupakan sebuah buku besar yang memuat entri pilihan yang disusun secara alfabetik menyangkut aspek keyakinan, hukum, etika, moral, dan sosial kemasyarakatan yang dipraktekkan dalam agama di Indonesia, khususnya Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Dalam laporan yang disusun Puslitbang LKK (2015), penyusunan KIK bertujuan melindungi keyakinan umat beragama dari kekeliruan dalam memahami ajaran agama dan lebih mendorong terwujudnya kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

Puslitbang LKK berharap kehadiran KIK diharapkan dapat, pertama menghindarkan kesalahpahaman atau salah pengertian masyarakat terhadap istilah keagamaan setiap agama. Kedua, memperkuat jalinan persaudaraan dan perekat kerukunan antara umat beragama. Ketiga, mendidik masyarakat untuk menghargai adanya perbedaan dalam hal keyakinan beragama, dan keempat sebagai bahan rujukan dalam penulisan buku, baik buku pelajaran pada lembaga-lembaga pendidikan maupun buku bacaan umum.

Proses penyusunan KIK yang berlangsung selama empat tahun ini, berhasil menyelesaikan sebuah produk yang memuat 9.134 entri meliputi peristilahan dalam agama Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu dengan berketebalan 623 halaman, yang bisa dimanfaatkan sebagai rujukan akedemik dan umum pemeluk agama di Indonesia. (NU Online)

 

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Komunitas awam Katolik Indonesia bantu warga Muslim merayakan Idul Fitri
  2. Keuskupan Agung Semarang mengucapkan Selamat Idul Fitri
  3. Kampanye mendukung blogger Katolik di Vietnam diluncurkan
  4. Paus memberkati fundasi bangunan sebuah tarekat di Korea
  5. Vatikan diam saat Dubes Jerman mendukung uskup China
  6. Renungan Hari Minggu XII Tahun A -25 Juni 2017
  7. Gereja Katolik mendukung pemisahan wilayah bagi etnis Gorkha di India
  8. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  9. Menciptakan peradaban kasih di Keuskupan Agung Semarang
  10. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online