Komunitas Kristiani menentang RUU pendidikan di India

23/11/2016

Komunitas Kristiani menentang RUU pendidikan di India thumbnail

 

Umat Kristiani menentang Rancangan Undang-Undang (RUU) Pendidikan yang diperkenalkan oleh pemerintah pro-Hindu di India karena pihaknya khawatir bahwa draf itu akan mengubah negara sekuler dan memperkuat sistem kasta.

Pemerintah federal, yang dipimpin oleh Partai Bharatiya Janata (BJP) pro Hindu, menerbitkan RUU Pendidikan pada Juli untuk meminta pendapat publik.

Kelompok Gereja yang pertama menentang draf itu dengan mengatakan ini adalah perjuangan BJP.

“Pemerintah berusaha memaksakan kebijakan itu. Jika RUU ini disetujui maka akan mengganggu negara sekuler dan damai itu,” kata Uskup Agung Delhi Mgr Anil Couto.

Umat Kristiani mengatakan bahwa RUU ini ingin mengkomersilkan pendidikan, sebuah langkah yang hanya akan mencuci otak karyawan dan bukan mencerahkan warga negaranya.

Mereka juga mengatakan bahwa RUU itu merusak nilai-nilai kesetaraan, sekularisme dan sosialisme yang tercantum dalam Konstitusi India.

“Pemerintah secara bertahap ingin mengontrol dan memusatkan sektor pendidikan dengan mengundang investasi dari badan-badan swasta,” kata Pastor Joseph Manipadam, sekretaris eksekutif Komisi Pendidikan Konferensi Waligereja India.

Kebijakan tersebut menginginkan berkinerja tinggi siswa untuk mengambil studi di bidang ilmu pengetahuan dan matematika, sementara yang lain harus mengambil pendidikan berbasis keterampilan.

“Ini secara alami akan mendorong siswa miskin mencari pekerjaan berdasarkan kasta,” kata imam itu.

Senada juga diungkapkan Samuel Jaikumar dari Dewan Gereja-gereja di India. Ia mengatakan kepada ucanews.com bahwa komunitas Kristen benar-benar khawatir tentang “komunalisasi dan komersialisasi” pendidikan.

“Kami ingin pemerintah menarik RUU tersebut karena tidak mengayomi kepentingan semua orang,” katanya.

Gereja Katolik di India telah mengkritik draf kebijakan pada Agustus yang memperkenalkan matematika Veda, yoga dan menekankan sistem pendidikan Hindu kuno.

Pada 17 November, lebih dari 50 organisasi sosial, berbagai partai politik, Gereja dan mahasiswa Kristen menggelar reli di parlemen di New Delhi untuk memprotes draf tersebut.

Politisi senior Digvijay Singh dari Partai Kongres Nasional India mengatakan  bahwa kelompok garis keras Hindu ingin memaksakan “kehendak dan ideologi mereka” dengan mengubah RUU Pendidikan.

“Kami ingin pemerintah menghapus draf kebijakan dari situsnya. Pihaknya sarus berdialog secara terbuka dengan semua pemangku kepentingan untuk membawa perubahan,” katanya.

1123d

Dua biarawati Katolik berada di antara ratusan orang berbaris di New Delhi memprotes draf kebijakan pendidikan pada 17 November.

 

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Surat Dari Roma: Pemecatan prefek Kongregasi Ajaran Iman
  2. Aktivis kecam Jokowi terkait perintah menembak penyelundup norkoba
  3. PM Singapura ingatkan ancaman kelompok ekstrimis
  4. Warga Timor-Leste inginkan koalisi pemerintahan yang pro-rakyat
  5. Kardinal Zen kritik pengadilan yang mendiskualifikasi anggota parlemen
  6. Pendukung Mgr Hubertus Leteng meminta umat membela uskup
  7. Paus sumbang €25.000 untuk membantu warga di Afrika Timur
  8. Setelah kelompok teroris, ini target serangan Duterte berikutnya
  9. India memberikan pelatihan bagi jutaan PRT
  10. Pemimpin lintas agama mendoakan para pahlawan di rumah Aung San Suu Kyi
  1. Sebagai awam Katolik saya sangat prihati dengan kemelut yang tengah terjadi di ...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-07-26 07:00:27
  2. Syalom, semua saudara. Tolong baca baik-baik, Pal Alex Marwata tidak mengatakan ...
    Said Aurel on 2017-07-24 16:04:09
  3. KPK ingin audit Gereja ? Gak salah, ada udang dibalik batu, ada unsur politik bs...
    Said Bonbon on 2017-07-23 21:19:37
  4. KPK tentunya tak berwenang mengaudit keuangan lembaga agama seperti gereja karen...
    Said Willy Nggadas on 2017-07-23 16:22:59
  5. Apapun undang-undangnya, soal perbuatan baik dalam hal ini gereja bebas korupsi...
    Said Alexander on 2017-07-23 07:02:14
  6. Good morning...
    Said Bienvenhu on 2017-07-23 05:19:23
  7. Pandangan yg rasional bila keterbukaan itu di mulai dari Gereja Katolik seperti ...
    Said Matias on 2017-07-22 21:51:12
  8. Sudah saatnya gereja accountable. https://www.naulinovation.com:8443/onebody/...
    Said Leonard on 2017-07-22 17:15:48
  9. Segera laksanakan audit keuangan Gereja dan KUB....
    Said Rey on 2017-07-22 13:47:36
  10. Audit Keuangan Hirarki Gereja Katolik Perlu dan wajib. Syaratnya hanya perlu goo...
    Said AB Raturangga on 2017-07-22 11:07:47
UCAN India Books Online