UU tentang kegiatan keagamaan yang kontroversial telah disahkan

28/11/2016

UU tentang kegiatan keagamaan yang kontroversial telah disahkan thumbnail

 

DPR Vietnam telah mengesahkan undang-undang (UU) kontroversial tentang kegiatan keagamaan memicu reaksi keras dari umat beragama di negara komunis itu.

UU Kepercayaan dan Agama, yang disahkan oleh DPR pada 18 November, adalah UU pertama tentang kegiatan keagamaan sejak negara itu bersatu tahun 1975.

UU itu, yang akan berlaku pada 1 Januari 2018, mengatur prosedur dan ketentuan hukum mengenai keyakinan masyarakat. Kelompok-kelompok agama akan diminta untuk mendaftar diri kepada pihak berwenang dan memberitahu tentang kegiatan keagamaan mereka kepada otoritas yang memiliki hak untuk menyetujui atau menolak.

UU itu memungkinkan orang akan ditahan dan dipenjara untuk mempraktekkan iman mereka secara publik.

Kegiatan keagamaan dilarang termasuk melanggar keamanan nasional dan memecah belah bangsa.

Pemerintah Vietnam saat ini mengakui 39 organisasi keagamaan dari 13 agama, dengan 24 juta pengikut.

Seorang peneliti agama senior Hanoi, yang tidak mau menyebutkan namanya, mengatakan UU itu “berfokus pada kontrol negara atas agama daripada memenuhi kebutuhan spiritual warganya.”

UU itu memiliki beberapa pasal yang samar-samar yang membuat beberapa orang khawatir UU itu bisa dieksploitasi. Misalnya, kelompok-kelompok agama diminta mendaftar kepada pihak berwenang untuk mengadakan kegiatan keagamaan mereka. Kebingungan lain adalah apa yang dimaksud dengan memungkinkan agama untuk terlibat dalam kegiatan pendidikan karena UU Pendidikan melarang agama dimasukan, katanya.

Seorang imam Katolik di Kota Ho Chi Minh mengatakan UU itu “bertujuan membantu pemerintah mengelola kegiatan keagamaan.” Para pengikut agama tidak berbeda dari warga negara lain dan harus memiliki hak yang sama sebagaimana dijamin oleh konstitusi.

“Sebuah undang-undang khusus tentang agama tidak diperlukan. Ini menunjukkan diskriminasi yang jelas seolah-olah agama adalah musuh yang perlu dikontrol,” katanya.

Partai Komunis ingin mengontrol agama karena mereka takut para pemimpin agama lebih berpengaruh dari pejabat pemerintah, tambahnya.

Ketika DPR membahas RUU itu pada 20 Oktober, Dewan Interfaith Vietnam mengeluarkan pernyataan menentang pengesahan tersebut.

Sebagai pemimpin spiritual berjuang untuk kebebasan beragama dan HAM sipil rakyat, kita benar-benar menolak RUU bahwa pemerintah komunis menggunakan DPR untuk menyetujui dan memaksakan,” kata 27 anggota dewan itu – Kristen, Buddha, Cao Dai dan Hoa Hao.

Banyak perwakilan dari dewan itu telah menderita penganiayaan selama perjuangan mereka untuk kebebasan beragama.

Pastor Nguyen Van Ly, advokat terkemuka untuk demokrasi dan kebebasan berkeyakinan, dibebas pada Mei setelah menjalani delapan tahun penjara.

Dewan itu mengatakan bahwa kelompok-kelompok agama dan pengikutnya tidak memiliki kewajiban untuk mematuhi UU baru itu.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Komunitas awam Katolik Indonesia bantu warga Muslim merayakan Idul Fitri
  2. Keuskupan Agung Semarang mengucapkan Selamat Idul Fitri
  3. Kampanye mendukung blogger Katolik di Vietnam diluncurkan
  4. Paus memberkati fundasi bangunan sebuah tarekat di Korea
  5. Vatikan diam saat Dubes Jerman mendukung uskup China
  6. Renungan Hari Minggu XII Tahun A -25 Juni 2017
  7. Gereja Katolik mendukung pemisahan wilayah bagi etnis Gorkha di India
  8. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  9. Menciptakan peradaban kasih di Keuskupan Agung Semarang
  10. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online