Kardinal kecam serangan bom di gereja

29/11/2016

Kardinal kecam serangan bom di gereja thumbnail

Seorang polisi menyelidiki serpihan bom yang meledak di liar gereja.

 

Kardinal Orlando Quevedo, Uskup Agung Cotabato, Filipina mengecam aksi “terorisme” yang meledakan sebuah bom di luar gereja Katolik di kota Esperanza, Filipina selatan.

Uskup agung itu mengatakan pada 27 November bahwa bom itu “menodai tempat suci, hari suci, dan pelayanan suci yang baru saja dijalankan.”

Ledakan itu terjadi ketika orang-orang meninggalkan gereja setelah menghadiri Misa pagi untuk merayakan hari Minggu Adven pertama.

“Sebagai pemimpin Keuskupan Agung Cotabato, saya mengecam keras aksi terorisme yang tidak rasional,” kata Kardinal Quevedo dalam sebuah pernyataan.

Kardinal menjelaskan pemboman itu sebagai “serangan terhadap nyawa manusia tak berdosa (dan) serangan terhadap kebebasan beribadat.”

Kardinal Quevedo mengimbau pasukan keamanan “menyelidiki mereka yang bertanggung jawab dan membawa mereka ke pengadilan” serta meminta masyarakat untuk “berwaspada terhadap aksi terorisme.”

Setidaknya tiga umat dilaporkan mengalami luka-luka dalam ledakan yang mengejutkan warga kota Esperanza, Provinsi Sultan Kudarat.

Pihak berwenang mengatakan alat peledak itu diletakan di luar kompleks gereja di Desa Saliao.

Pos-pos pemeriksaan polisi dan militer telah dibentuk di seluruh provinsi itu. Pihak berwenang mengatakan pihaknya sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Kapten Arvin Encinas, urusan publik Divisi Infanteri VI/Militer, mengatakan pihaknya belum menentukan identitas kelompok di balik serangan itu

Namun, katanya, Pejuang Kemerdekaan Islam Bangsamoro bisa berada di balik serangan itu.

Kelompok ini telah disalahkan terkait sejumlah kekerasan, termasuk pemboman di wilayah Mindanao tengah.

“Kami menduga mereka terlibat, tapi penyelidikan masih terus berlangsung,” kata Encinas.

Sekitar 50 pejuang yang disebut kelompok teror Maute, beroperasi di Mindanao tengah, menyerang kota Butig, Provinsi Lanao del Sur pekan lalu.

Sekitar 300 anggota kelompok Maute telah bersumpah setia kepada ISIS dan mereka menjadi target operasi militer di Filipina selatan dalam beberapa bulan terakhir.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  2. Menciptakan peradaban cinta di Keuskupan Agung Semarang
  3. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  4. Umat ​​Katolik Laos siap mengikuti AYD di Yogyakarta
  5. Tidak ada perdamaian di Kashmir, bahkan selama Ramadan
  6. Kardinal Quevedo mengaitkan konflik dengan kemiskinan
  7. HRW tuduh polisi Filipina memalsukan data ‘pembunuhan perang narkoba’
  8. Gereja dan LSM di NTT membantu orang dengan HIV
  9. Uskup Macau bertemu dengan uskup China yang tidak diakui Vatikan
  10. Biarawati China mogok makan menuntut kompensasi setelah tarekat dibubarkan
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online