Yenny Wahid optimistis masyarakat Indonesia dapat jaga toleransi

29/11/2016

Yenny Wahid optimistis masyarakat Indonesia dapat jaga toleransi thumbnail

 

Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid, mengaku optimistis jika masyarakat dapat menjaga persatuan Indonesia melalui toleransi antarumat beragama.

Apalagi, berdasarkan survei yang dilakukan Wahid Foundation bersama Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada April-Mei 2016, sebanyak 72 persen responden menolak tindakan radikal yang menyertakan kekerasan atas nama agama.

Survei tersebut diambil secara acak di seluruh Indonesia dengan jumlah sampling 1.520 orang. Sementara, 88,37 persen responden masih percaya bahwa setiap warga negara bebas memeluk agama dan keyakinan sesuai pikiran atau kesadarannya.

Lalu, 65,35 persen responden berpendapat bahwa negara harus melindungi setiap pemikiran yang berkembang di masyarakat.

Adapun terkait nilai-nilai kebangsaan, 82,3 persen responden masih berpendapat bahwa Pancasila dan UUD 1945 amat sesuai bagi Indonesia. Sementara, 67,3 persen responden menyatakan mendukung nilai demokrasi.

“Dengan demikian, hal tersebut adalah gambaran yang cukup optimis bahwa Indonesia masih tergolong masyarakat yang toleran dan mengagungkan demokrasi yang baik dan benar,” ujar Yenny di Jakarta, Senin (28/11/2016).

Menurut Yenny, sikap toleran itu tercipta karena tradisi yang turun-temurun dilakukan masyarakat guna menjaga kerukunan umat.

“Tradisi kita itu sudah dipraktikkan bertahun-tahun di Indonesia. Jadi tradisi toleransi itu sudah mendarah daging dan mengakar di Indonesia,” ucap Yenny.

Akan tetapi, lanjut dia, Indonesia menghadapi tantangan baru dalam menjaga kerukunan umat beragama karena adanya pengaruh asing.

“Ada pengaruh dari luar yang datang dan mencoba menghapus tradisi toleransi itu,” ucap Yenny.

Untuk itu, Yenny berhadap agar tradisi toleransi yang telah dilakukan dapat diperkuat masyarakat Indonesia. Hal tersebut dilakukan dengan mengampanyekan kembali toleransi yang menjadi prinsip berkehidupan sosial di Indonesia.

“Kita justru harus menguatkan tradisi itu dan mensyiarkan kembali toleransi yang sudah ratusan tahun di Indonesia,” ucap Yenny.

 

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online