Cagub DKI Jakarta sampaikan visi-misi kepada masyarakat Katolik

05/12/2016

Cagub DKI Jakarta sampaikan visi-misi kepada masyarakat Katolik thumbnail

Cagub DKI Jakarta Anies Baswedan berdialog dengan masyarakat Katolik. (Foto: Kompas.com)

 

Calon gubernur DKI Jakarta menghadiri acara “Sambung Rasa Kandidat Gubernur DKI dan masyarakat Katolik di DKI Jakarta” guna menyampaikan visi-misi mereka.

Acara yang digelar di Gedung Joang, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/12/2016), direncanakan menghadirkan semua calon gubernur DKI Jakarta, namun hanya calon nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan nomor urut tiga Anies Baswedan yang datang berdialog.

Cagub nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono, tidak bisa hadir. Sementara itu, cagub nomor pemilihan dua, Ahok datang setelah Anies.

Saat membuka sambutannya, Anies terlebih dahulu menyoroti tajuk acara tersebut.

“Terima kasih, ini sebuah kehormatan. Saya suka judulnya, ‘sambung rasa’. Republik ini butuh sambung rasa. Teman-teman di sini membuat judulnya senang sekali,” kata dia.

Anies kemudian menyinggung ucapan presiden RI pertama, Soekarno, yang mengatakan bahwa Indonesia didirikan untuk semua golongan dan melindungi semuanya, bukan hanya golongan atau kelompok tertentu.

Anies juga menyinggung soal minoritas dan mayoritas. Dia menyebut tidak ada istilah minoritas dan mayoritas, yang ada adalah golongan.

“Minoritas dan mayoritas itu ukuran, size. Kalau golongan itu variasi,” ucap Anies.

Visi dan Misi

Acara ini diselenggarakan untuk mendengarkan visi dan misi seluruh kandidat cagub-cawagub DKI Jakarta. Saat ini Anies tengah melakukan dialog dengan peserta yang hadir. Anies mengisi dialog tersebut tidak bersama kandidat gubernur lainnya.

“Acara ini, kami masyarakat Katolik hanya mendengar penyampaian visi dan misi dari seluruh kandidat,” jelas pembawa acara sebelum Anies memasuki ruangan.

Mengawali sambutannya, Anies mengaku bahwa seluruh peserta yang hadir adalah teman lama. Dia sangat terhormat diundang dalam acara tersebut.

“Begitu banyak teman lama saya yang hadir di sini. Terima kasih, sebuah kehormatan diundang di sini,” katanya mengawali sambutan.

Anies juga mengaku sangat suka dengan judul tema acara tersebut. Indonesia, dikatakannya, membutuhkan persatuan yang terjalin dari sambung rasa di antara masyarakat.

“Saya suka judulnya. Sambung rasa, republik ini membutuhkan sambung rasa. Mengolah, menjaga rasa. Insya Allah kita jaga rasa itu sama-sama,” katanya lagi.

Anies kemudian melanjutkan sambutannya. Dia sempat menyinggung para pahlawan yang memperjuangkan keadilan untuk Indonesia merdeka. Pidato Anies yang penuh semangat tentang Indonesia sesekali mengundang tepuk tangan peserta dialog.

Terkait dengan kegiatan tersebut, Ketua Umum Vox Point Indonesia (VPI), Yohanes Handoyo Budhisejati, mengatakan mengapresiasi kepada calon gubernur yang sudah hadir dalam acara tersebut.

Menurutnya, hal ini sangat penting agar masyarakat pada umumnya dan umat Katolik pada khususnya bisa mendengar, mengetahui dan memahami secara pasti Visi-Misi dan program kerja yang disiapkan oleh masing-masing pasngan calon.

“Kita ingin memberikan pendidikann politik yang baik terhadap seluruh umat Katolik se- Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), bahwa pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada yang akan berlangsung Ferbuari 2017 mendatang merupakan hal yang sangat penting untuk kehidupan kita sebagai warga bangsa”, ujar Handoyo.

Kegiatan ini digagas atas kerja sama Komisi Kerawan Konferensi Waligereja Indonesia dengan sejumlah Organisasi Katolik, seperti Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI), Pemuda Katolik, Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), VPI, dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Delegasi India ingin berbagi pengalaman iman di AYD Yogyakarta
  2. Surat Dari Roma: Pemecatan prefek Kongregasi Ajaran Iman
  3. Aktivis kecam Jokowi terkait perintah menembak penyelundup norkoba
  4. PM Singapura ingatkan ancaman kelompok ekstrimis
  5. Warga Timor-Leste inginkan koalisi pemerintahan yang pro-rakyat
  6. Kardinal Zen kritik pengadilan yang mendiskualifikasi anggota parlemen
  7. Pendukung Mgr Hubertus Leteng meminta umat membela uskup
  8. Paus sumbang €25.000 untuk membantu warga di Afrika Timur
  9. Setelah kelompok teroris, ini target serangan Duterte berikutnya
  10. India memberikan pelatihan bagi jutaan PRT
  1. Setuju Aurel....Gereja semestinya menjadi teladan dalam transparansi dan akuntab...
    Said puji astuti on 2017-07-26 15:28:50
  2. Biarin aja dah bapak pastor terhormat. Gk usa ikut campur. Langakh yang bagus ka...
    Said Narfin on 2017-07-26 15:12:19
  3. Sebagai awam Katolik saya sangat prihati dengan kemelut yang tengah terjadi di ...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-07-26 07:00:27
  4. Syalom, semua saudara. Tolong baca baik-baik, Pal Alex Marwata tidak mengatakan ...
    Said Aurel on 2017-07-24 16:04:09
  5. KPK ingin audit Gereja ? Gak salah, ada udang dibalik batu, ada unsur politik bs...
    Said Bonbon on 2017-07-23 21:19:37
  6. KPK tentunya tak berwenang mengaudit keuangan lembaga agama seperti gereja karen...
    Said Willy Nggadas on 2017-07-23 16:22:59
  7. Apapun undang-undangnya, soal perbuatan baik dalam hal ini gereja bebas korupsi...
    Said Alexander on 2017-07-23 07:02:14
  8. Good morning...
    Said Bienvenhu on 2017-07-23 05:19:23
  9. Pandangan yg rasional bila keterbukaan itu di mulai dari Gereja Katolik seperti ...
    Said Matias on 2017-07-22 21:51:12
  10. Sudah saatnya gereja accountable. https://www.naulinovation.com:8443/onebody/...
    Said Leonard on 2017-07-22 17:15:48
UCAN India Books Online