Imam, suster menyerukan pembebasan para tahanan politik

06/12/2016

Imam, suster menyerukan pembebasan para tahanan politik thumbnail

 

Para pastor, seminaris, dan religius di Filipina diharapkan akan bergabung guna menyerukan pembebasan para tahanan politik (tapol).

“Kami berharap kelompok besar para frater, imam, suster dan awam bergabung dalam aksi protes damai,” kata Cristina Palabay, sekjen kelompok hak asasi manusia (HAM) Karapatan.

Misa dan kegiatan lainnya, seperti aksi doa, menyanyikan lagu-lagu Natal, dan menyalakan lilin, juga digelar mulai pada 4-10 Desember, Hari HAM Internasional.

Peringtatan HAM tahun ini akan dipelopori oleh kelompok-kelompok Gereja dan para aktivis HAM yang telah menyatakan korban tewas meningkat dalam perang anti-narkotika pemerintah dan penguburan pahlawan diktator Ferdinand Marcos.

Para pemimpin kelompok Gereja dihubungi oleh ucanews.com menolak untuk mengumumkan rincian protes menunggu finalisasi jadwal.

Aksi protes itu akan diadakan di sebuah gedung di mana Bernabe Ocasla, 66, seorang tapol, meninggal, pada 28 November.

Setidaknya 12 tapol meninggal di penjara dalam enam tahun terakhir.

Ocasla, seorang konsultan dari pemberontak Front Demokratik Nasional Filipina, termasuk di antara lebih dari 400 tapol yang direkomendasikan oleh kelompok pemberontak untuk dibebaskan selama pembicaraan damai baru-baru ini.

Kondisi penjara yang buruk

Palabay dari Karapatan mengatakan “kondisi penjara yang buruk” menyebabkan Ocasla meninggal.

Dia mengatakan sedikitnya 130 tapol menderita berbagai penyakit.

“Ini adalah alasan mengapa pembebasan mereka segera karena mereka bisa mendapat perawatan medis yang lebih baik di luar penjara,” kata Palabay.

Gloria Almonte, suaminya Dionisio, masih berada di balik jeruji besi, mengatakan para keluarga korban akan mengadakan aksi mogok makan di luar gerbang istana presiden di Manila mulai minggu ini.

Dia mengatakan, pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte harus bertanggung jawab terkait “penahanan dan penderitaan tapol, serta ancaman pembunuhan terhadap para aktivis HAM.”

Pembebasan tapol

Panel perdamaian pemerintah mengumumkan pada 1 Desember bahwa lebih dari 400 tapol akan dibebaskan dalam waktu dekat.

Silvestre Bello, ketua panel perdamaian pemerintah, mengatakan apa yang terjadi dengan Ocasla “merupakan perkembangan yang menyedihkan.”

“Patut disayangkan bahwa (kematian Ocasla) terjadi karena  sakit dan lama ditahan,” katanya.

Bello mengatakan kematian tidak akan mempengaruhi pembicaraan damai karena pembebasan tahanan politik  “sedang dalam proses.”

“Akan ada pembebasan sejumlah besar tapol berdasarkan alasan kemanusiaan, khususnya perempuan, sakit, dan lansia, dalam beberapa hari mendatang,” katanya.

Pembebasan tapol adalah bagian dari perjanjian yang ditandatangani di antara pemerintah dan Front Demokratik Nasional Filipina setelah dimulainya kembali perundingan damai  di Norwegia Agustus lalu.

Pembebasan direncanakan adalah bagian dari upaya untuk mempercepat perundingan damai.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  2. Menciptakan peradaban cinta di Keuskupan Agung Semarang
  3. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  4. Umat ​​Katolik Laos siap mengikuti AYD di Yogyakarta
  5. Tidak ada perdamaian di Kashmir, bahkan selama Ramadan
  6. Kardinal Quevedo mengaitkan konflik dengan kemiskinan
  7. HRW tuduh polisi Filipina memalsukan data ‘pembunuhan perang narkoba’
  8. Gereja dan LSM di NTT membantu orang dengan HIV
  9. Uskup Macau bertemu dengan uskup China yang tidak diakui Vatikan
  10. Biarawati China mogok makan menuntut kompensasi setelah tarekat dibubarkan
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online