Organisasi mahasiswa lintas agama serukan kemajemukan NKRI

09/12/2016

Organisasi mahasiswa lintas agama serukan kemajemukan NKRI thumbnail

Organisasi mahasiswa lintas agama gelar aksi.

 

Sejumlah organisasi mahasiswa lintas agama yang menamakan dirinya Aliansi Cipayung melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Bandung, 7 Desember 2016.

Massa dari berbagai organisasi mahasiswa yang terdiri dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ini mengajak measyarakat untuk tetap menjungjung tinggi nilai-nikai Pancasila dan kemajemukan NKRI pasca insiden penghentian acara Kebaktian Kebangunan Rohani KKR oleh dua ormas di Sabuga.

Koordinator Wilayah III PP GMKI Theo Cosner Tambunan menyayangkan adanya tindakan penghentian acara KKR oleh Ormas di Kota Bandung. Terlebih lagi Kota Bandung dipercayakan sebagai Kota HAM oleh PBB tahun 2014.

“Dua tahun lalu Bandung jadi kota HAM yang menjunjung tinggi nilai-nilai HAM. Namun nyatanya masih banyak kejadian yang melanggar HAM. Ini jadi refleksi bagi kita apakah Bandung layak jadi kota HAM,” ujar Theo seperti dilansir merdeka.com.

Theo mengaku mengecam segala bentuk sikap intoleransi yang terjadi di Kota Bandung. Dia meminta kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan aksi-aksi intoleransi.

“Rawatlah kebhinnekaan yang indah ini, rawatlah Pancasila ini. Kita harus menjunjung tinggi, itu sikap kita aliansi Cipayung. Kalau ada gerakan intoleransi kita garda terdepan menolak hal tersebut,” katanya.

Theo mengajak masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dalam kemajemukan NKRI. Sebab hal itulah yang membentuk negara Indonesia yang telah ditanamkan oleh para pendiri bangsa.

“Kebhinekaan, Pancasila harus dijunjung tinggi. Persoalan intoleransi sebenarnya harus tuntas, karena Founding Father kita membentuk negara ini sudah tuntas berbicara itu (perbedaan), tidak berbicara lagi membikin perpecahan. Harusnya perbedaan itu jadi persatuan,” ujar Theo.

Berdasarkan pantauan, sembari membawa spanduk, massa mahasiswa terus berorasi di depan kantor Wali Kota Bandung. Massa kemudian melanjutkan aksi ke Gedung Sate.

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online