UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Presiden Jokowi: Indonesia adalah rumah bagi kemajemukan

Desember 9, 2016

Presiden Jokowi: Indonesia adalah rumah bagi kemajemukan

Presiden Jokowi foto bersama peserta Bali Democracy Forum (Foto: Metrotvnews.com)

 

Terdapat lebih dari 1.300 etnis dan sekitar 700 bahasa di Indonesia. Indonesia juga dikenal sebagai negara dengan jumlah Muslim terbesar di dunia, yakni sekitar 85 persen dari total pooulasi 252 juta jiwa.

“Kita di Indonesia memiliki keberuntungan. Indonesia memiliki sejarah kemajemukan yang sangat panjang,” tutur Presiden Joko Widodo dalam pembukaan Bali Democracy Forum (BDF) IX di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali, Rabu (7/12/2016).

“Indonesia adalah rumah bagi kemajemukan,” sambung presiden.

Jokowi memaparkan sejarah singkat masuknya Islam ke Indonesia pada sekitar abad ke-7. Sesuai fakta sejarah, Islam masuk ke Tanah Air secara damai, dan juga mengajarkan perdamaian di tengah masyarakat. Nilai mengenai perdamaian ini terus dipegang umat Islam di Indonesia hingga saat ini.

“Selain Islam, Indonesia juga rumah bagi umat Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu,” tutur Jokowi.

Perbedaan agama, katanya, seharusnya tidak menjadi penghalang untuk demokrasi dan toleransi antar negara dan sesama manusia.

Meski penduduk Indonesia beragam, toleransi berjalan dengan baik, Jokowi mengklaim. Ia mencontohkan kehidupan Muslim di tengah mayoritas warga Hindu di Bali.

Kasus kekerasan masih terjadi

Dalam pembukaan Forum Demokrasi Bali yang mengangkat tema ‘Agama, Demokrasi, dan Toleransi,’ Jokowi mengatakan perbedaan agama seharusnya tidak menjadi penghalang untuk demokrasi dan toleransi antar negara dan sesama manusia.

Namun, belakangan ini, masalah toleransi di Indonesia tengah disoroti dengan masih terjadinya kasus kekerasan terhadap minoritas, seperti pembubaran KKR Natal umat Kristen di Bandung oleh sejumlah ormas Islam dan juga pembakaran rumah ibadah Ahmadiyah di Jawa Tengah.

Forum Demokrasi Bali merupakan pertemuan antar pihak yang diprakarsai Indonesia sejak tahun 2008 lalu, yang bertujuan untuk mempromosikan dan mendorong kerja sama perdamaian dan demokrasi melalui dialog dan berbagi pengalaman di negara-negara di tingkat regional dan internasional.

Tahun ini, Forum Demokrasi Bali dihadiri oleh mantan Sekjen PBB Kofi Annan dan para menteri luar negeri dari 94 negara dan organisasi internasional.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi