Pakistan menyediakan layanan kereta api khusus Natal

16/12/2016

Pakistan menyediakan layanan kereta api khusus Natal thumbnail

Orang-orang menyaksikan kereta api khusus yang melambangkan persatuan bangsa pada 21 Agustus 2016.

 

Menteri Perkeretaapian dan Menteri Hak Asasi Manusia berencana menyediakan kereta api khusus selama Natal untuk mengungkapkan solidaritas dengan komunitas Kristen minoritas dan mempromosikan kerukunan antargama.

APP, kantor berita negara itu mengutip para pejabat yang tidak menyebutkan namanya, mengatakan bahwa “kereta api hak asasi manusia” khusus akan menjadi layanan pertama disediakan pemerintah untuk hari besar keagamaan minoritas. Kereta ini akan berangkat dari Islamabad pada 22 Desember.

Menteri Perkeretaapian Khawaja Saad Rafique dan Menteri Hak Asasi Manusia Kamran Michael, yang merupakan satu-satunya menteri non-Muslim di kabinet, akan meluncurkan layanan kereta api itu.

Kereta api ini akan mencapai Peshawar hari yang sama sebelum berangkat ke Rawalpindi pada 23 Desember. Kereta itu akan melakukan perjalanan ke Lahore pada akhir perjalanannya, pada 24 Desember.

Kereta api itu akan terdiri dari lima gerbong dihiasi dengan pesan toleransi beragama, persaudaraan dan cinta.

Menteri Kamran Michael mengatakan kepada Daily Times bahwa komunitas Kristen adalah mitra sejajar dalam perjuangan untuk pembangunan, stabilitas, keamanan dan solidaritas di Pakistan.

Dia mengatakan kereta khusus ini akan menyoroti peran Kristen dalam pembangunan bangsa dan Konstitusi Pakistan memberikan kebebasan kepada non-Muslim untuk merayakan agama mereka.

Pastor Qaiser Feroz, sekretaris eksekutif Komisi Komsos Konferensi Waligereja Pakistan, menyambut layanan kereta api Natal pertama di Pakistan.

“Ini adalah inisiatif yang unik untuk meningkatkan kampanye kerukunan dan perdamaian. Di masa lalu kita melihat kereta api hanya digunakan pada Idul Fitri dan acara-acara khusus lain. Ini adalah pesan yang kuat kepada ekstrimis yang tidak mentolerir penganut agama lain. Pemerintah harus berpikir lebih banyak cara mendukung kerukunan beragama,” katanya kepada ucanews.com.

Pastor James Channan mengatakan langkah tersebut mengagumkan.

“Saya menyampaikan selamat kepada para menteri yang telah melipat gandakan sukacita Kristen. Pesan yang mereka tampilkan melalui kereta adalah ajaran Yesus Kristus. Saya hanya berharap mereka memberikan diskon kepada para penumpang yang ingin menghabiskan liburan Natal bersama orang yang mereka cintai,” kata imam Dominikan itu ┬ádi Lahore pada Minggu.

“Ada kebutuhan besar mempromosikan pesan kerukunan beragama saat ini: Karena terorisme dan kebencian telah menang,” tambahnya.

Sumber: ucanews.com

 

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  2. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  3. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  4. Gereja dibakar, darurat militer diumumkan di Mindanao
  5. Calon imam SVD mengajar di Pondok Pesantren
  6. Uskup Filipina menyamar jadi petani untuk melihat kegiatan paroki
  7. Umat Katolik Pakistan marah atas pembatasan media sosial
  8. Banyak tantangan menanti Presiden Timor-Leste yang baru
  9. Paus ingatkan bahaya kata-kata kotor dan saling menjelekkan
  10. Penyandang disabilitas meminta Jokowi membentuk komisi khusus
  1. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  2. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  3. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  4. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  5. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  6. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  7. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
  8. Ingat kita di Indonesia. Semua mayoritas dan minoritas. Ketika ada pihak mengkla...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:43:38
  9. Pro Ecclecia et patria! Demi bangsa kita juga harus tegas menghadapi kekuatan ra...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:35:34
  10. Mohon diperjuangkan agar bimas katolik dapat mengangkat kembali guru agama Katol...
    Said Rudi M on 2017-05-13 22:00:07
UCAN India Books Online