Sarapan gratis bersama Sinterklas sambut perayaan Natal

16/12/2016

Sarapan gratis bersama Sinterklas sambut perayaan Natal thumbnail

Sinterklas saat membagikan cokelat untuk anak SD dan TK usai sarapan bersama di Malang Town Square, Kota Malang, 15 Desember. (Foto: Kompas.com)

 

Manajemen Malang Town Square (Matos) Kota Malang menyediakan sarapan gratis untuk menyambut Hari Natal, Kamis (15/12/2016).

Berlangsung di depan pusat perbelanjaan Matos, sarapan gratis itu diikuti oleh sejumlah anak SD dan TK serta pejalan kaki yang melintas di lokasi tersebut.

Marketing Communication Manager Malang Town Square, Rahayu Sasmitha mengatakan, ada berbagai menu yang disediakan untuk sarapan gratis itu. Di antaranya nasi goreng, nugget, roti, telur goreng, scamble dan minuman.

“Kegiatan ini berlangsung selama dua hari. Sekarang hari terakhir,” katanya, seperti dilansir Kompas.com.

Ia menjelaskan, sarapan gratis itu terbuka untuk umum mulai pukul 7.30 WIB hingga pukul 10.00 WIB.

Di hari pertama, sarapan gratis itu menghabiskan 600 porsi dan di hari kedua menghabiskan 750 porsi lebih.

Sasmitha menyebut, kegiatan sarapan gratis untuk menyambut perayaan Natal itu sudah yang ke tujuh kalinya digelar.

Dalam kesempatan itu, ia biasa mengundang anak difabel untuk sarapan bersama sinterklas.

Joy To The Lord, siswa kelas V SDK Santa Maria 3 Kota Malang mengaku senang dengan adanya sarapan gratis itu. Menurutnya, sarapan gratis itu bisa memupuk kebersamaan.

“Senang, bisa makan bareng sama teman,” ungkapnya.

Ellen Gracia Alfa Yulianto, siswa lainnya mengungkapkan hal yang sama. Ia mengaku senang karena bisa sarapan bersama sinterklas.

“Saya makan nasi goreng. Saya senang bisa makan sama sinterklas,” ungkapnya.

Belajar dari teladan Maria

Di masa menyambut Natal ini, kiranya meneladani Maria, ibu Yesus, kata Pendeta Ruth K. Wangkai  dalam khotbah ibadah Pra-Natal Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado di Hotel Aston Manado, Rabu (14/12), seperti dilansir Tribunnews.com.

“Menyambut Natal, perhatian kita tidak hanya tertuju apa Sang Juru Selamat Yesus Kristus, tapi juga pada Maria. Sosok yang menerima amanat Tuhan untuk mengandung dan melahirkan Yesus,” katanya.

Ia menjelaskan kajian teologis terkait sosok Maria menurut sejumlah golongan Kristen. “Maria digambarkan sebagai perawan tersuci, yang dipilih Allah untuk mengandung sang juru selamat,” ujar Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) Persekutuan Perempuan Berpendidikan Teologi (Peruati) ini.

Di sisi lain, Maria berani mengambil resiko dengan melawan tatanan sosial saat itu. Ia patuh pada perintah Allah. Ini sikap yang perlu untuk diteladani.

“Mengandung di luar nikah dalam tatanan masyarakat tentu hal yang tercela. Tapi Maria berani mengambil resiko itu, dan taat pada perintah Tuhan,” ujar Pendeta Ruth.

Dalam kaitannya dengan tugas-tugas jurnalis, Ruth mengingatkan agar wartawan peka terhadap persoalan sosial dan berani mengambil resiko untuk terjadinya perubahan dan transformasi.

“Hendaknya kita belajar dari keteladanan Maria,” pinta dia.

 

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  2. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  3. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  4. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  5. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  6. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  7. Gereja dibakar, darurat militer diumumkan di Mindanao
  8. Calon imam SVD mengajar di Pondok Pesantren
  9. Uskup Filipina menyamar jadi petani untuk melihat kegiatan paroki
  10. Umat Katolik Pakistan marah atas pembatasan media sosial
  1. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  2. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  3. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  4. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  5. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  6. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  7. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  8. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
  9. Ingat kita di Indonesia. Semua mayoritas dan minoritas. Ketika ada pihak mengkla...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:43:38
  10. Pro Ecclecia et patria! Demi bangsa kita juga harus tegas menghadapi kekuatan ra...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:35:34
UCAN India Books Online