Wakil Presiden Taiwan menyalakan lampu Natal

20/12/2016

Wakil Presiden Taiwan menyalakan lampu Natal thumbnail

Wakil Presiden Taiwan Philip Chen (ketiga dari kiri), Uskup Agung Thomas Yeh (kelima dari kiri)

 

Wakil Presiden Taiwan Philip Chen Chien-jen mengunjungi Pingtung untuk menyalakan lampu Natal di Basilika kecil dan penti jompo yang dikelola Gereja.

Kunjungan pada 15 Desember itu, termasuk Panti Jompo Hsiao Ai di mana Chen, seorang Katolik taat, mengunjungi seorang pensiunan diplomat Takhta Suci selama 30 menit untuk perbincangan secara pribadi.

Ini adalah kedua Chen mengunjungi Uskup Agung Thomas Yeh Sheng-nan, 75, yang tinggal di panti itu. Kunjungan pertamanya adalah saat Imlek pada Februari silam, dua minggu setelah Chen terpilih sebagai wakil presiden pada 16 Januari.

Uskup Agung Yeh adalah mantan duta besar Vatikan untuk Aljazair dan Tunisia sebelum ia pensiun tahun 2015. Dia adalah satu-satunya diplomat Vatikan berasal dari Taiwan.

“Chen mungkin minta nasihat dari uskup agung itu terkait isu-isu diplomatik sejak partainya, Partai Progresif Demokratik, diketahui kurang berpengalaman dalam hubungan internasional ketimbang partai nasionalis memiliki sejarah yang berkuasa lebih lama,” kata pengamat Gereja, yang meminta untuk tidak menyebutkan namanya.

“Hubungan Taiwan-Vatikan mungkin telah menjadi fokus …. Presiden AS terpilih Donald Trump menelpon Presiden Taiwan Tsai Ing-wen juga telah mengguncang lingkaran politik,” tambahnya.

1220e

Wakil presiden Taiwan Philip Chen (kedua di baris pertama) bersama pensiun diplomat Vatikan Uskup Agung Thomas Yeh (kanan Chen) di Panti Jompo Hsiao Ai.

 

Chen mengatakan kepada China Review pada 15 Desember bahwa Taiwan memiliki “hubungan yang sangat baik” dengan Vatikan.

“Pemerintah kami sangat baik dalam hubungan antara Taiwan dan Vatikan serta berusaha mempertahankannya,” kata Uskup Agung Yeh.

Dia mengatakan bahwa hubungan di antara Taiwan dan Vatikan saat ini “normal tanpa masalah.”

Dalam upacara menyalakan lampu Natal di Panti Jompo Hsiao Ai, Chen mengatakan, “terang Natal mengingatkan kita akan kasih dan berharap bahwa Yesus Kristus membawa kita, memberi kita masing-masing perdamaian di Bumi.”

“Saya dan istri saya ingin mengunjungi panti ini karena kami dapat merasakan sukacita Natal,” katanya kepada puluhan penghuni panti itu.

Malam yang sama, Chen dan Uskup Agung Yeh bersama-sama meresmikan upacara terang Natal tahunan bersama dengan sejumlah selebriti di Basilika Hati Kudus di Wanjin, sebuah kota kecil dengan populasi Katolik sekitar 3.000 jiwa.

“Upacara pencahayaan memiliki arti penting karena dalam Alkitab mengatakan kepada kita: untuk menjadi garam dan terang di Bumi,” kata Chen.

Mengingat janjinya untuk mencerahkan Taiwan dalam kampanye pemilihan presiden, Chen mengatakan ia juga berharap Taiwan bisa “menggunakan kebebasan, demokrasi, hak asasi manusia dan supremasi hukum untuk menerangi Asia dan menunjukkan kepada dunia dengan nilai-nilai universal.”

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  2. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  3. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  4. Gereja dibakar, darurat militer diumumkan di Mindanao
  5. Calon imam SVD mengajar di Pondok Pesantren
  6. Uskup Filipina menyamar jadi petani untuk melihat kegiatan paroki
  7. Umat Katolik Pakistan marah atas pembatasan media sosial
  8. Banyak tantangan menanti Presiden Timor-Leste yang baru
  9. Paus ingatkan bahaya kata-kata kotor dan saling menjelekkan
  10. Penyandang disabilitas meminta Jokowi membentuk komisi khusus
  1. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  2. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  3. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  4. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  5. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  6. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  7. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
  8. Ingat kita di Indonesia. Semua mayoritas dan minoritas. Ketika ada pihak mengkla...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:43:38
  9. Pro Ecclecia et patria! Demi bangsa kita juga harus tegas menghadapi kekuatan ra...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:35:34
  10. Mohon diperjuangkan agar bimas katolik dapat mengangkat kembali guru agama Katol...
    Said Rudi M on 2017-05-13 22:00:07
UCAN India Books Online