Parade Natal di Lahore digelar kembali setelah satu dekade absen

22/12/2016

Parade Natal di Lahore digelar kembali setelah satu dekade absen thumbnail

 

Ribuan Sinterklas memadati pusat Lahore akhir pekan lalu untuk parade Natal tradisional, pertama kalinya dalam satu dekade setelah khawatir akan keamanan sehingga acara tersebut dihentikan.

Para peserta melambaikan bendera Pakistan berukuran raksasa, drama Natal dan paduan suara menyanyikan lagu-lagu Natal.

Noman Saeed, seorang pedagang roti, mengikuti parade itu melalui ponsel bersama teman-temannya.

“Semua orang memiliki cara tersendiri untuk merayakan pesta suci ini. Natal membantu bisnis kami karena permintaan kue khusus meningkat di masa ini,” kata Saeed.

Parade selama satu jam ini diselenggarakan oleh Keuskupan Raiwind, yang membawa para guru sekolah minggu, siswa dan orangtua dari 25 Gereja Protestan.

Uskup Samuel Azarya dari Keuskupan Raiwind memimpin parade bersama empat pendeta.

“Kami menunggu sampai hari terakhir, tapi hanya ada jaminan lisan untuk parade publik tersebut. Hanya tiga pengawas lalu lintas membantu kami. Namun, kami berterima kasih kepada pemerintah mendukung kami dalam melanjutkan tradisi yang telah terhenti akibat terorisme. Namun, keamanan perlu dilakukan di gereja-gereja pada hari Minggu,” kata Uskup Azarya.

“Kami berharap parade ini akan memberikan dorongan spiritual bagi orang Kristen lokal. Tapi, kami tidak bergantung pada keamanan pemerintah untuk acara tersebut,” katanya.

“Acara ini adalah pesan bagi seluruh bangsa bahwa orang Kristen juga ada, kami juga memiliki kebebasan beragama penganiayaan kami akan berakhir..”

Khawatir keamanan

Gereja-gereja di seluruh negeri itu terus mengadakan melas (pameran) Natal dan mengadakan berbagai program untuk anak-anak dan orang miskin selama masa ini, tetapi sebagian besar peristiwa ini diadakan di pelataran gereja.

Keamanan telah diperketat di sekitar lebih dari 480 gereja di kota itu setelah dua bom bunuh diri tahun lalu di gereja di Youhanabad, pemukiman Kristen terbesar di Punjab.

Rencana keamanan untuk Natal telah mencantumkan Katedral Hati Kudus Lahore ke dalam ‘kategori A’. Kamera CCTV akan dipasang di pintu gerbang Gereja Katolik terbesar di negara tersebut.

Pengumuman telah dilakukan pada hari Minggu melarang umat Katolik membawa barang-barang seperti tas.

Sumber: ucanews.com

 

One Comment on "Parade Natal di Lahore digelar kembali setelah satu dekade absen"

  1. Jenny Marisa on Thu, 22nd Dec 2016 11:55 am 

    maksudnya baik…




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pro dan kontra seputar rencana pembangunan patung Yesus di Papua
  2. Vatikan desak pemerintah global melibatkan masyarakat adat dalam pembangunan
  3. Otoritas Cina menggerebek Misa komunitas bawah tanah
  4. Gereja Indonesia dan aktivis mencari cara melindungi anak dari pornografi
  5. Misionaris Filipina menjadi pemimpin Konferensi Yesuit Asia Pasifik
  6. Pemimpin Partai Kristen Pakistan tidak diijinkan berobat dalam tahanan
  7. Kardinal Bo minta tokoh agama Myanmar aktif berdialog
  8. Survei: Umat Katolik di Hong Kong tidak paham tugas diakon
  9. Kehadiran umat di gereja Filipina cendrung menurun
  10. Orang Kristen menjadi kelompok teraniaya paling banyak di dunia
  1. Kira kira Yesus akan bilang apa?...
    Said Jenny Marisa on 2017-04-28 20:01:14
  2. Riset Wahid Foundation dan Kemenag Mei 2016 dan riset terpisah oleh Forum Keruku...
    Said fred on 2017-04-27 09:10:22
  3. Setuju Grace. Patut disayangkan dana sebesar itu "hanya" untuk membangun sesuatu...
    Said fred on 2017-04-27 08:34:15
  4. Admin, nggak salah tu orang kristen paling teraniaya. orang islam kali yg paling...
    Said Yesi on 2017-04-27 08:15:21
  5. Secara pribadi....sebaiknya bagi calon pemimpin jangan didukung oleh ormas agama...
    Said Ansel on 2017-04-26 14:41:04
  6. Terlalu bombastis dananya, lebih baik untuk kesejahteraan rakyat. Bisa jadi mala...
    Said Setyo on 2017-04-26 11:54:30
  7. Menurut saya, idenya sih boleh boleh saja tapi agak berlebihan. Duit sebanyak i...
    Said Grace on 2017-04-25 15:08:34
  8. Wajar saja kalau timbul kekhawatiran di kalangan minoritas karena kelompok radik...
    Said Aan Monterado on 2017-04-21 12:14:35
  9. Salut tuk kerja keras tim, tapi kritik utk peran pastor/suster, tetep aja yg kat...
    Said andreas jacob on 2017-04-17 14:16:16
  10. Menurut saya jika kita melihat dengan kondisi bangsa saat ini lebih bagus waktu ...
    Said Nick on 2017-04-15 10:04:04
UCAN India Books Online