Perayaan Natal membawa sukacita bagi para napi

23/12/2016

Perayaan Natal membawa sukacita bagi para napi thumbnail

 

Dengan senyum lebar di wajahnya, Akash Rajkumar duduk di lantai bersama para tahanan lainnya di Lapas Tihar New Delhi untuk menyaksikan hiburan Natal.

Sambil menunggu acara dimulai, Rajkumar mengatakan bahwa peristiwa tersebut membawa sedikit warna dan menyenangkan untuk kehidupan yang membosankan dalam penjara.

“Saya berharap acara ini memberikan kami harapan bahwa suatu hari nanti kami akan keluar menjalani hidup normal bersama keluarga kami,” kata Rajkumar.

Napi berusia 24 tahun itu telah menghabiskan sepuluh bulan terakhir dalam penjara menunggu sidang kasus pemerkosaan di pengadilan. Seorang mantan pekerja di sebuah sekolah di Rajkumar mengklaim bahwa dia dijebak.

“Saya tidak pernah berpikir saya akan berakhir di tempat seperti ini. Saya merasa seperti bunuh diri ketika saya dibawa ke sini, tapi kami harus tabah demi keluarga kami,” katanya, seraya menambahkan bahwa tinggal dalam sel penjara adalah hukuman terburuk bagi siapa pun.

Rajkumar, bersama dengan lebih dari 2.000 napi dari penjara terbesar di India, mengambil bagian dalam perayaan Natal yang diselenggarakan oleh Kementerian Penjara India (PMI) pada 19 Desember.

PMI adalah organisasi sukarela nasional yang diakui oleh Konferensi Waligereja India. PMI memiliki sekitar 6.000 relawan, termasuk para imam, suster dan awam, membantu para napi di sekitar 800 penjara di seluruh negeri itu.

PMI setiap tahun menyelenggarakan Natal dan program budaya lainnya untuk para tahanan di seluruh negeri itu untuk membawa sukacita bagi mereka dan menganjurkan pesan perdamaian dan cinta dalam masyarakat.

Pastor Savari Raj, koordinator cabang PMI, mengatakan kepada ucanews.com bahwa selama 10 hari terakhir PMI telah menyelenggarakan program Natal, termasuk acara kebudayaan dan lagu-lagu Natal, untuk para napi di berbagai penjara di seluruh negeri.

“PMI menyelenggarakan pertunjukan budaya oleh anak-anak sekolah untuk para napi. Ini adalah cara membuat para napi merasa menjadi bagian dari masyarakat,” kata Pastor Raj.

Ketika anak-anak dari Chetnalaya, sebuah pelayanan sosial Keuskupan Agung Delhi, menari dan membawakan lagu-lagu Natal, Santa Claus membagikan permen kepada para napi, dan mereka pun tertawa, bersorak dan bertepuk tangan dengan sukacita.

Sejumlah napi juga menyanyikan lagu-lagu Natal selama program itu, yang dihadiri oleh para pejabat Lapas dan pejabat PMI, biarawati dan imam.

Rajesh Sharma, napi lain menunggu persidangan untuk kasus pemerkosaan, mengatakan kepada ucanews.com bahwa para biarawati dari PMI memberikan studi Alkitab reguler untuk para napi dan “kita belajar banyak hal positif dari sesi ini.”

“Para biarawati memperlakukan kami seperti anak-anak mereka dan menasihati kami jika kami memiliki masalah apapun. Mereka adalah keluarga kami sekarang. Kami menantikan kunjungan mereka,” kata Sharma, dari negara bagian Haryana.

Selain memberikan kelas studi Alkitab dan pendidikan nilai untuk para napi, PMI memberikan bantuan hukum dan keuangan untuk para napi.

Pastor Raj mengatakan PMI membantu para napi yang telah menerima jaminan, tapi masih mendekam di penjara karena mereka tidak mampu membayar uang jaminan.

“Kami telah melepaskan 60 napi tahun lalu dari Lapas Tihar dan bersedia membantu lebih banyak lagi,” katanya.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Komunitas awam Katolik Indonesia bantu warga Muslim merayakan Idul Fitri
  2. Keuskupan Agung Semarang mengucapkan Selamat Idul Fitri
  3. Kampanye mendukung blogger Katolik di Vietnam diluncurkan
  4. Paus memberkati fundasi bangunan sebuah tarekat di Korea
  5. Vatikan diam saat Dubes Jerman mendukung uskup China
  6. Renungan Hari Minggu XII Tahun A -25 Juni 2017
  7. Gereja Katolik mendukung pemisahan wilayah bagi etnis Gorkha di India
  8. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  9. Menciptakan peradaban kasih di Keuskupan Agung Semarang
  10. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online