UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Personel pengamanan Natal dan Tahun Baru ditambah

Desember 23, 2016

Personel pengamanan Natal dan Tahun Baru ditambah

Polisi melakukan sterilisasi dengan anjing pelacak di katedral Jakarta sebelum Misa Malam Natal tahun lalu.

 

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian menyampaikan bahwa jumlah personel Operasi Lilin tahun ini akan lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 150 ribu. Total, ada 155 ribu personel yang akan diterjunkan untuk mengamankan Natal dan Tahun Baru.

Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 juga dilibatkan untuk melakukan pengamanan saat perayaan Natal dan Tahun Baru.

Polisi akan menjaga 33.809 gereja di seluruh Indonesia ‎selama perayaan Natal, dan juga sejumlah obyek vital lainnya.

Tito melanjutkan, dari 155 ribu personel itu, pihaknya akan mengambil porsi 85 ribu personel. Sementara itu, sisanya, akan terdiri atas TNI, Satpol PP, Linmas, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Perhubungan yang masing-masing menerjunkan 15 ribu personel.

Ia mengatakan bahwa penambahan personel karena jumlah penduduk yang bertambah saja. Bahkan, Tito menyakini pengamanan akan cukup lancar tahun ini karena sejumlah teroris telah ditangkap terlebih dahulu.

Di Jakarta, Polda Metro Jaya telah menyiapkan rencana pengamanan kegiatan ibadah dan perayaan Natal di Jakarta.

“Setiap tahun kita punya SOP (standar operasional prosedur) dan kerja sama dengan pengurus gereja. Kita akan bersama-sama mengamankan kegiatan ibadah atau Misa,” ujar Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suntana di Mapolda Metro Jaya, belum lama ini.

Ia mengatakan pengamanan tidak hanya pada 24 dan 25 Desember. Karena ada beberapa gereja yang telah melakukan ibadah dan perayaan mulai tanggal 22 Desember sampai Tahun Baru.

Ia menyebutkan, ada sekitar 400-an gereja di Jakarta yang akan melaksanakan ibadah, termasuk kegiatan keagamaan di beberapa tempat atau ruang pertemuan sesuai dengan perijinan.

Di Bandung, polisi menerapkan penjagaan ketat terhadap 163 gereja di Kota Bandung saat perayaan Natal 2016. Pola pengamanan dilakukan secara tertutup dan terbuka.

“Untuk tiap gereja berkapasitas kecil akan dijaga tiga hingga lima personel. Gereja itu kan tersebar lokasinya, nanti para Kapolsek di daerahnya terdapat gereja yang bertanggung jawab menempatkan personelnya,” kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo di Mapolrestabes Bandung, belum lama ini.

Dari sejumlah gereja di wilayah hukum Polrestabes Bandung, menurut Hendro, tercatat sebanyak 13 gereja menjadi perhatian pihaknya, termasuk katedral Bandung.

Di Makassar, ratusan personel Polrestabes Makassar diturunkan untuk menjaga dan mengamankan 14 gereja yang dianggap rawan saat peringatan Natal di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (21/12/2016).

Menurut Kabag Opsional Polrestabes Makassar AKBP Syamsu Ridwan, ratusan personel Polrestabes Makassar ini turunkan untuk menjaga peringatan Natal di sejumlah gereja dari gangguan ancaman bom yang dapat merusak perayaan umat nasrani itu. Termasuk penjagaan ketat di 14 gereja.

“Ada 151 gereja akan dikawal 700 Personel Polrestabes Makassar saat hari Natal. Tapi, ada 14 gereja yang masuk prioritas kami, pertama jumlah jemaatnya banyak, disitu juga rawan kemacetan dan sesuai sejarah gereja itu pernah mendapat ancaman gangguan di tahun-tahun sebelumnya,” kata AKBP  Ridwan.

“Pengamanan natal ini rencananya akan di mulai sejak 23 Desember mendatang, bersamaan dengan Operasi Lilin 2016. Rencananya kami juga akan kordinasi dengan TNI dan instansi terkait saat pengamanan,” jelasnya.

Di Surabaya, polisi mengumpulkan ratusan pengurus gereja se-Surabaya jelang perayaan Natal.

Kapolresta Surabaya, Kombes M Iqbal, mengatakan, pertemuan itu sekaligus untuk mengoordinasikan kesiapan pengamanan selama perayaan Natal.

Iqbal mengatakan, rapat koordinasi tersebut dimaksudkan untuk memudahkan mapping pengamanan sekitar 361 gereja di Surabaya. Dari ratusan gereja itu, ada 36 gereja besar yang akan mendapatkan perhatian khusus.

Iqbal mengatakan, di malam Natal nanti, utamanya saat umat Kristiani menjalankan ibadah atau Misa, seluruh personel akan memperketat pengamanan dan mendeteksi semua kejadian yang berpotensi mengganggu kekhusyukan. Polisi akan ditempatkan di pintu-pintu masuk gereja jua area parkir.

Sejumlah daerah lain di Indonesia polisi setempat juga melakukan pengamanan serupa agar umat Kristiani dapat merayakan Natal dengan aman dan damai.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi