Kongres Katolik Tiongkok pilih ketua baru

03/01/2017

Kongres Katolik Tiongkok pilih ketua baru thumbnail

Mayoritas uskup dipilih dan dipilih kembali menjadi pejabat Konferensi Waligereja Tiongkok yang diakui Vatikan dan pemerintah Tiongkok.

 

Kongres Nasional Perwakilan Katolik ke-9 selama tiga hari telah digelar di akhir tahun 2016 di mana sebagian besar ketua dipilih kembali untuk masa jabatan lima tahun berikutnya.

Sebanyak 365 peserta pada 28 Desember dibagi menjadi sembilan kelompok untuk mempelajari dan membahas laporan dari Asosiasi Patriotik Katolik Tiongkok (CCPA) dan Konferensi Waligereja Tiongkok (BCCCC).

Peserta kongres terdiri dari para uskup, imam, suster dan awam memilih pemimpin CCPA dan BCCCC yang diakui pemerintah. Peserta juga membahas perubahan peraturan dari kedua badan Gereja tersebut.

Uskup Kumning Mgr Ma Yinglin dan Uskup Linyi Mgr Fang Xingyao terpilih kembali masing-masing sebagai ketua BCCCC dan ketua CCPA.

Wakil Ketua BCCCC untuk periode tahun lima adalah Uskup Fang Xingyao, Uskup Shen Bin dari Haimen, Uskup Zhan Silu dari Mindong, Uskup Fang Jianping dari Tangshan, Uskup Guo Jincai dari Chengde, Uskup Pei Junmin dari Shenyang, Uskup Li Shan dari Beijing, Uskup Yang Xiaoting dari Yulin (Yan’an), Uskup He Zeqing dari Wanzhou (Wanxian) dan Uskup Yang Yongjiang dari Zhouchun.

Mayoritas mereka adalah uskup dengan persetujuan ganda dari Vatikan dan pemerintah Tiongkok. Uskup Shen, Uskup He dan Uskup Yang Yongjiang yang baru terpilih untuk komite BCCCC yang sekarang memiliki keanggotaan meningkat dari 6 menjadi 9 orang.

Wakil ketua CCPA sesuai urutan – Uskup Ma Yinglin, Uskup Shen Bin, Uskup Lei Shiyin dari Leshan, Liu Yuanlong (tokoh awam dari Beijing), Uskup Huang Bingzhang dari Shantou, Uskup Shu Nanwu (tokoh awam dari Jiangsu), Uskup Yue Fusheng dari Heilongjiang dan Uskup Meng Qinglu dari Hohhot, Suster Wu Lin dari Wuhan dan Shi Xueqin (tokoh awam dari Fujian).

Uskup Guo Jincai mempertahankan posisinya sebagai sekjen BCCCC dan Uskup Liu Yuanlong terpilih kembali sebagai sekjen CCPA tersebut.

Shi adalah perempuan awam pertama yang terpilih sebagai wakil ketua, dan Suster Wu menjadi biarawati pertama yang terpilih sebagai wakil ketua dalam kongres terakhir 2010.

0103i

Kelompok foto para pemimpin CCPA terpilih dan terpilih kembali. Shi Xueqin, tokoh awam dari Fujian (paling kanan), adalah perempuan awam pertama yang terpilih sebagai wakil ketua. 

 

Seruan untuk konsensus yang lebih besar

Kongres tersebut telah menarik perhatian media dari dalam dan luar Tiongkok karena negosiasi di antara Tiongkok dan Vatikan telah meningkat sejak awal 2016 untuk menyelesaikan masalah lama terkait pengangkatan uskup.

Berbicara pada 27 Desember, hari pertama kongres, Wang Zuo’an, direktur Administrasi Negara untuk Urusan Agama juga menyentuh topik tersebut, mengakui bahwa hubungan Tiongkok-Vatikan telah lama menjadi isu umum bagi kaum awam dan imam, demikian kantor berita Xinhua.

Wang mengatakan kepada para peserta bahwa Tiongkok selalu konsisten dalam posisinya meningkatkan hubungan dengan Vatikan.

“Tiongkok bersedia, berdasar prinsip-prinsip terkait, melakukan pembicaraan konstruktif dengan Vatikan untuk mengurangi perbedaan, meningkatkan konsensus dan meningkatkan hubungan yang lebih baik,” katanya.

Pemerintah Tiongkok berharap Vatikan mengambil sikap yang lebih fleksibel dan pragmatis serta langkah-langkah guna meningkatkan hubungan, katanya.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Delegasi India ingin berbagi pengalaman iman di AYD Yogyakarta
  2. Surat Dari Roma: Pemecatan prefek Kongregasi Ajaran Iman
  3. Aktivis kecam Jokowi terkait perintah menembak penyelundup norkoba
  4. PM Singapura ingatkan ancaman kelompok ekstrimis
  5. Warga Timor-Leste inginkan koalisi pemerintahan yang pro-rakyat
  6. Kardinal Zen kritik pengadilan yang mendiskualifikasi anggota parlemen
  7. Pendukung Mgr Hubertus Leteng meminta umat membela uskup
  8. Paus sumbang €25.000 untuk membantu warga di Afrika Timur
  9. Setelah kelompok teroris, ini target serangan Duterte berikutnya
  10. India memberikan pelatihan bagi jutaan PRT
  1. Setuju Aurel....Gereja semestinya menjadi teladan dalam transparansi dan akuntab...
    Said puji astuti on 2017-07-26 15:28:50
  2. Biarin aja dah bapak pastor terhormat. Gk usa ikut campur. Langakh yang bagus ka...
    Said Narfin on 2017-07-26 15:12:19
  3. Sebagai awam Katolik saya sangat prihati dengan kemelut yang tengah terjadi di ...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-07-26 07:00:27
  4. Syalom, semua saudara. Tolong baca baik-baik, Pal Alex Marwata tidak mengatakan ...
    Said Aurel on 2017-07-24 16:04:09
  5. KPK ingin audit Gereja ? Gak salah, ada udang dibalik batu, ada unsur politik bs...
    Said Bonbon on 2017-07-23 21:19:37
  6. KPK tentunya tak berwenang mengaudit keuangan lembaga agama seperti gereja karen...
    Said Willy Nggadas on 2017-07-23 16:22:59
  7. Apapun undang-undangnya, soal perbuatan baik dalam hal ini gereja bebas korupsi...
    Said Alexander on 2017-07-23 07:02:14
  8. Good morning...
    Said Bienvenhu on 2017-07-23 05:19:23
  9. Pandangan yg rasional bila keterbukaan itu di mulai dari Gereja Katolik seperti ...
    Said Matias on 2017-07-22 21:51:12
  10. Sudah saatnya gereja accountable. https://www.naulinovation.com:8443/onebody/...
    Said Leonard on 2017-07-22 17:15:48
UCAN India Books Online