Polisi diminta segera proses hukum Rizieq Syihab

03/01/2017

Polisi diminta segera proses hukum Rizieq Syihab thumbnail

Habib Rizieq Syihab. (Foto: Okezone.com)

 

Perhimpunan Bantuan Hukum Solidaritas Indonesia (PBHSI) mendesak kepolisian segera menindaklanjuti proses pelaporan hukum terhadap Habib Rizieq Syihab.

Kamaruddin dari PBHSI, dalam keterangannya, Senin (2/1), ‎menyatakan pihaknya mencatat bahwa Rizieq sebagai Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), telah dilaporkan ke polisi empat kali. Namun hingga kini belum satu pun ditindaklanjuti aparat penegak hukum.

Pertama laporan Ketua Partai Nasional Indonesia (PBI) Sukmawati Soekarnoputri pada 27 Oktober 2016 atas dugaan pelecehan Pancasila saat Tabligh Akbar FPI. Saat itu, Rizieq menyatakan bahwa “Pancasila Sukarno ketuhanan ada di pantat, sedangkan Pancasila Piagam Jakarta Ketuhanan ada di kepala.”

PBHSI juga mencatat, Rizieq dilaporkan Student Peace Institute (SPI) Universitas Islam Negeri Jakarta pada 27 Desember 2016, Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (PP-PMKRI) pada 26 Desember 2016, dan Forum Mahasiswa Lintas Agama (Rumah Pelita) pada 30 Desember.

Pelaporan tersebut atas ceramah Rizieq pada 25 Desember 2016 di Pondok Kelapa, dengan dugaaan penyebaran kebencian suku agama ras dan antargolongan (SARA) untuk memecah belah persatuan dan kesatuan Indonesia serta memecah belah Islam.

“Namun hingga kini tidak terlihat kecepatan proses kepolisian atas laporan tersebut, terkesan kepolisian hanya memberikan prioritas pemrosesan hukum berdasarkan tekanan dan tuntutan aksi massa, atau provokasi sosial media,” kata Kamarudin, seperti dilansir Beritasatu.com.

Dia mengatakan, keadilan harus ditegakkan melalui proses hukum yang objektif dan profesional, tanpa tekanan politik dari kelompok mana pun.

“Kebenaran proses hukum tidak ditentukan besarnya aksi massa yang turun ke jalan untuk mendukung atau menentang,” bebernya.

Menyikapi fenomena itu, PBHSI menilai Indonesia saat ini mengalami darurat penyebaran kebencian berlandaskan SARA.

“Oleh karena itu, demi Persatuan NKRI, segera proses hukum Rizieq atas dugaan penyebaran kebencian SARA segera. Jika tidak, maka Indonesia di ambang kehacuran,” tambahnya.

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  2. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  3. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  4. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  5. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  6. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  7. Gereja dibakar, darurat militer diumumkan di Mindanao
  8. Calon imam SVD mengajar di Pondok Pesantren
  9. Uskup Filipina menyamar jadi petani untuk melihat kegiatan paroki
  10. Umat Katolik Pakistan marah atas pembatasan media sosial
  1. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  2. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  3. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  4. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  5. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  6. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  7. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  8. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
  9. Ingat kita di Indonesia. Semua mayoritas dan minoritas. Ketika ada pihak mengkla...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:43:38
  10. Pro Ecclecia et patria! Demi bangsa kita juga harus tegas menghadapi kekuatan ra...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:35:34
UCAN India Books Online