Menag ingin agama jadi pemersatu saat Pilkada serentak

04/01/2017

Menag ingin agama jadi pemersatu saat Pilkada serentak thumbnail

Menag Lukman Hakim Saifuddin

 

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin berharap dalam kondisi politik Indonesia yang akan segera menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, agama dapat menjadi faktor pemersatu.

Tahun 2017 akan diwarnai dengan gelaran pemilihan kepala daerah (pilkada) yang dilakukan serentak di beberapa daerah, termasuk DKI Jakarta. Pilkada dijadwalkan akan berlangsung pada 17 Februari mendatang dan saat ini masih dalam masa kampanye.

“Kami di Kemenag sudah mengimbau semua pihak, khususnya yang di lapangan, penyuluh dan tokoh agama, agar di tengah keragaman politik, etnis, suku, agama justru dijadikan sebagai yang menyatukan kita,” kata Menag sebelum memimpin upacara Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-71 di Jakarta, Selasa (3/1).

Menag Lukman tidak menampik kemungkinan dinamika politik yang akan meningkat menjelang pilkada serentak.

“Kita berharap jangan sampai agama justru menjadi faktor pemecah belah kita sebagai saudara sebangsa dan setanah air,” kata Menag.

Menurut Menag, sebagai bangsa religius, masyarakat Indonesia menjunjung tinggi nilai agama, terlepas agama apapun yang dipeluknya. Meski demikian, adanya keragaman pandangan keagamaan juga harus diakui, tidak hanya antar tapi juga intern umat beragama.

Terkait itu, Menag mengajak masyarakat untuk lebih mengedepankan titik persamaan pandangan keagamaan, dibanding mempersoalkan perbedaan yang merupakan sunnatullah. “Yakinlah bahwa di tengah keragaman pandangan keagamaan, masih jauh lebih banyak titik persamaan,” kata dia.

“Perbedaan dilihat dalam persepektif, begitulah cara Tuhan memudahkan umat menjalani syariatnya,” tambahnya.

Menag berharap, di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang tinggi dan tantangan global yang semakin kompleks, agama tidak dijadikan sebagai faktor untuk menafikan dan menegasikan sesama yang memang tidak sama. (kemenag.go.id)

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Misionaris lansia di India terancam dideportasi
  2. Uskup Korea bandingkan janji kampanye presiden dengan ajaran Gereja
  3. Pendeta asal Taiwan ditangkap karena nyanyikan lagu kebaktian
  4. Renungan Minggu Paskah III, 30 April 2017
  5. Cina melarang bayi Muslim menggunakan nama-nama berikut
  6. Pemimpin Muslim berusaha agar pejuang Abu Sayyaf menyerahkan diri
  7. Salib di Kerala dihancurkan pemerintah Komunis
  8. Hati yang tertutup sulit menemukan arti kebangkitan
  9. Kelompok militan desak agar Asia Bibi segera digantung
  10. Pemerintah di Mindanao adopsi program rehabilitasi narkoba Gereja
  1. Wajar saja kalau timbul kekhawatiran di kalangan minoritas karena kelompok radik...
    Said Aan Monterado on 2017-04-21 12:14:35
  2. Salut tuk kerja keras tim, tapi kritik utk peran pastor/suster, tetep aja yg kat...
    Said andreas jacob on 2017-04-17 14:16:16
  3. Menurut saya jika kita melihat dengan kondisi bangsa saat ini lebih bagus waktu ...
    Said Nick on 2017-04-15 10:04:04
  4. Saya harap juga setiap gereja di Jakarta dipersiapkan keamanannya.....
    Said Jenny Marisa on 2017-04-12 13:14:03
  5. Artikel ini bisa membantu para mahasiswa/i yang sedang membuat tugas....
    Said Natalino de Araujo Salsinha on 2017-04-11 15:21:13
  6. Kami salut dengan prinsip gereja yang dipertahankan oleh para Uskup di Filipina,...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-04-10 16:48:31
  7. salam saja...
    Said njlajahweb on 2017-04-10 00:17:06
  8. Sangat membanggkan akhirnya ada pulah Perhatian Pemerintah yang sangat besar bag...
    Said Beby on 2017-04-08 20:13:11
  9. Luar biasa n profisiat Mgr. Agust Agus Pr. untuk keputusan ini. Terima kasih bua...
    Said Bius Galmin on 2017-04-07 19:22:15
  10. Puji dan sukur kepada Tuhan yang maha esa telah ada sekolah tinggi katolik nege...
    Said mbah kung on 2017-04-07 14:26:01
UCAN India Books Online